Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Jun 2020 16:19 WIB

TRAVEL NEWS

Candi Borobudur Kembali Dibersihkan dari Abu Vulkanik Merapi

Eko Susanto
detikTravel
Pembersihan Candi Borobudur
Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang -

Balai Konservasi Borobudur (BKB) kembali membersihkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi yang menempel di bebatuan Candi Borobudur. Pembersihan dilakukan dengan vacuum cleaner dan khusus stupa induk disemprot dengan air.

Pembersihan abu akibat erupsi Gunung Merapi yang menempel di bebatuan candi dilakukan secara serempak. Untuk itu, dikerahkan sekitar 40 orang yang terdiri dari staf BKB.

Untuk pembersihan sendiri dilakukan secara manual dengan menyapu, kemudian vacuum cleaner, bahkan disemprot dengan air. Penyemprotan dengan air dilakukan di stupa induk.

Kepala Seksi Konservasi, BKB, Yudi Suhartono mengatakan, hari ini melakukan pembersihan setelah kemarin, Minggu (21/6), terjadi erupsi Merapi yang membuat Candi Borobudur dilapisi abu vulkanik. Untuk lapisan abu vulkanik yang menempel setebal 1 milimeter.

"Hari ini, kita melakukan pembersihan. Setelah kemarin terjadi erupsi Merapi yang membuat Candi Borobudur dilapisi oleh abu vulkanik setebal sekitar 1 mili kurang lebih. Semalam hujan. Hujannnya hanya rintik-rintik yang mengakibatkan hari ini abunya lengket sehingga harus teliti dalam pembersihannya," kata Yudi saat ditemui di sela-sela pembersihan abu vulkanik di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (22/6/2020).

Pembersihan Candi BorobudurPembersihan Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikcom

Pembersihan abu ini, kata Yudi, jika masih kering mudah, namun karena sudah lengket dengan batu sehingga disikat. Untuk itu, pembersihan yang dilakukan dengan metode kering yakni dibersihkan dengan sikat, kemudian dibersihkan dengan vacuum cleaner dan dibersihkan dengan air.

"Kalau masih kering enak atau hujan deras sekalian. Karena hujannya hanya rintik-rintik, beberapa lengket menempel ke batu. Jadi harus disikat benar-benar, kemudian menggunakan metode kering, pembersihan kering. Kemudian, kita vacuum untuk bagian sulit seperti stupa, terus dibersihkan dengan air," katanya.

Abu vulkanik erupsi Gunung Merapi, katanya, abu di lantai setelah dicek pH-nya sekitar 4. Kemudian jika dibiarkan karena mengandung asam, nantinya bebatuan cepat lapuk.

"Kalau dibiarkan terlalu lama, abu yang dicek teman-teman di lantai, pH-nya sekitar 4 atau 5. Itu asam. Karena asam cepat akan membuat batu melapuk kalau kita biarkan terlalu lama. Kita langsung bersihkan supaya tidak mempengaruhi salah satu pelapukan bebatuan," ujar dia.

Target selesai pembersihan tersebut, kata Yudi, pembersihan bisa selesai dalam waktu seminggu. Untuk itu, diupayakan pembersihan abu ini cepat selesai.

Pembersihan Candi BorobudurPembersihan Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikcom

"Kita tidak mau abu Merapi lama di batu. Karena kelamaan dampaknya adalah bisa menjadi salah satu unsur membuat pelapukan batu," kata Yudi.

Bebatuan Candi Borobudur merata terkena abu vulkanik. Dari Tim Laboratorium BKB turun juga untuk mengambil sampel abu. Sampel abu ini nantinya akan diteliti. Kemudian, personil yang terlibat dalam pembersihan sekitar 40 orang.

"Hari ini, semuanya sekitar 40-an. Nanti ada personil dari Koramil yang membantu," ujar Yudi seraya menyebut dalam sepekan pembersihan selesai.

Selama Candi Borobudur ditutup, katanya, pembersihan dilakukan secara terus menerus.



Simak Video "Usai Erupsi Merapi, Balai Konservasi Turun Bersihkan Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA