Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Jul 2020 07:19 WIB

TRAVEL NEWS

Bagaimana Merawat Jet Pribadi Tunggangan Para Crazy Rich?

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Apron pesawat pribadi di Bandara Halim Perdanakusuma
Perawatan armada jet pribadi milik Lion Air (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta -

Jet pribadi mesti dirawat berkala seperti kendaraan lain pada umumnya. Perawatannya ini ada berbagai macam menurut siklus pemakaian hingga jangka waktu tertentu.

Untuk diketahui bahwa tingkat keamanan sebuah armada pesawat sangatlah tinggi. Tiada toleransi akan suatu suku cadang dan bila sudah masanya ganti maka harus diganti.

"Perawatan itu dibatasi jam, kalender, dan ada pula yang pas take off landing. Di setiap pesawat juga ada maintenance program oleh manufaktur. Mungkin di 300 jam sekali dan lain-lainya. Tujuannya untuk safety," kata Toni Hutasofi, Operational Manager di Indojet Sarana Aviasi di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

"Kalau suatu suku cadang sudah melewati masa pakai maka akan diganti. Safety-nya tinggi sekali," dia menjelaskan.

Hari ini, tim detikTravel diundang salah satu agen jet pribadi, Indojet Sarana Aviasi, untuk mengunjungi parkiran atau apron pesawatnya. Lokasi apronnya berada di sebelah selatan Bandara Halim Perdanakusuma.

Apron pesawat pribadi di Bandara Halim PerdanakusumaJet pribadi sedang ditarik ke apron di Bandara Halim Perdanakusuma (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Dari uraian Toni, diketahui bahwa fasilitas perawatan jet pribadi di Indonesia masih minim sekali. Jadi, semisal dideteksi suatu kejanggalan dan tidak ada suku cadang di dalam negeri maka pesawat itu akan dilarikan ke luar negeri atau hanya mendatangkan suku cadang bila bisa diperbaiki di Indonesia.

"Contohnya yakni perawatan pesawat Hawker 400XP kalau di Indonesia nggak ada fasilitasnya ya keluar negeri. Kalau ada di Indonesia ya di dalam negeri," urai Toni.

"Salah satu fasilitas perbaikan pesawat pribadi ini ada di Bandung," ujar dia.

Dalam artikel terkait, minat traveler kelas atas untuk menggunakan private jet atau jet pribadi merangkak naik kala pandemi Corona ini. Hal itu jadi peluang besar bagi agen private jet ini.

PT Indojet Sarana Aviasi salah satu di antara sekian agen private jet di Indonesia. Menurut direkturnya, Stefanus Gandi, pasar pesawat pribadi masih belum dikembangkan secara maksimal.

"Sama dengan perusahaan lain. Segmen ini nggak belum banyak yang berkecimpung. Peminatnya di Indonesia banyak tapi kurang dimaksimalkan," kata Stefanus dalam sambungan telepon.

"Contoh, Amerika Serikat sama Eropa itu banyak sekali agen private jet-nya. Di Indonesia nggak terlalu banyak," dia menambahkan.

Perusahaan ini mengungkap data bahwa ada keinginan yang tinggi menyewa jet pribadi. Tentu, pasar ini hanya untuk mereka yang berduit.

"Ada kecenderungan tinggi bagi yang berduit. Tapi orang yang mau pesan itu nggak tahu. Ada kemampuan budgeting di situ," Stefanus menegaskan.



Simak Video "Begini Teknis Perawatan Jet Pribadi di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA