Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Jul 2020 17:00 WIB

TRAVEL NEWS

Lion Air Kurangi 2.600 Pekerja, Ada Tenaga Kerja Asing Juga

Tim detikcom
detikTravel
Ilustrasi pesawat Lion Air
Pesawat Lion Air Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Lion Air Group melakukan pengurangan tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate). Total ada sekitar 9 persen yang dikurangi karena masa kontrak kerja yang berakhir dan tidak diperpanjang.

Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro ada pengurangan sebanyak 2.600 orang dari total 29.000 karyawan Lion Air. Dia kembali menegaskan kalau ini bukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

"Ini bukan pemutusan hubungan kerja, jadi pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang. Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19," ujarnya.

Dalam tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kelangsungan dimaksud, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal, karena terjadi pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan. "Sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15% dari kapasitas normal sebelumnya yakni rerata 1.400 - 1.600 penerbangan per hari," ujarnya.

Pada tahun ini, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional. Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.

Karyawan Bisa Bekerja Kembali

Danang juga menambahkan Lion Air Group berencana, apabila di waktu mendatang kondisi perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group.

"Lion Air Group berterima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari berbagai pihak hingga sampai saat ini masih beroperasi, dengan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali," ujarnya.


Lion Air Group masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan strategi dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan sekaligus meminimalisir (mengurangi) beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19.

Pemotongan Gaji Karyawan dan Manajemen

Sementara itu untuk mengurangi biaya, Lion Air Group melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan penghasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya. Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan (pemberitahuan lebih lanjut/ until further notice).



Simak Video "Lion Air Buka Suara Terkait Pengurangan Tenaga Kerja 2.600 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA