Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Jul 2020 19:13 WIB

TRAVEL NEWS

Museum atau Masjid? Debat Soal Hagia Sophia Menghangat di Turki

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Hagia Sophia di Istanbul: Mengapa mengubahnya menjadi masjid mendapat penentangan AS, Yunani dan Unesco
Hagia Sophia yang sedang diperdebatkan menjadi masjid atau museum. (BBC Magazine)
Istanbul -

Status Hagia Sophia kini disoal lagi. Banyak yang ingin bangunan cantik di Turki itu dikembalikan lagi fungsinya sebagai masjid, bukan museum. Perdebatan pun menghangat.

Hagia Sophia selama ini dikenal traveler sebagai sebuah museum. Namun bangunan bersejarah ini pernah jadi sebuah masjid di era kekuasaan Ottoman. Lebih jauh lagi, di era Kekaisaran Byzantium, Hagia Sophia adalah sebuah gereja.

Gagasan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid lagi diutarakan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, pada bulan Maret 2019 lalu. Presiden Erdogan menyatakan akan mengembalikan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid.

Erdogan mengatakan, mengubah bangunan bersejarah itu menjadi museum adalah sebuah keputusan yang keliru. Erdogan juga mengatakan bahwa pengubahan status Hagia Sophia itu bukanlah hal yang tidak mungkin.

"Itu tidak mustahil... tapi kami tidak akan melakukannya di bawah nama 'museum' melainkan 'masjid' Hagia Sophia," kata Erdogan dalam sebuah sesi wawancara di televisi Turki saat itu.


Sebagai informasi tambahan buat traveler, pengubahan status Hagia Sophia menjadi sebuah museum dilakukan oleh Mustafa Kemal Attaturk di tahun 1934. Attaturk adalah pemimpin beraliran sekuler, sedangkan Erdogan adalah pemimpin partai Islam.

Dilansir detikTravel dari AP, Jumat (3/7/2020), Dewan Perwakilan Rakyat Turki mulai membuka lagi wacana pengubahan Hagia Sophia menjadi sebuah masjid pada Kamis (2/7) kemarin.

Interior Hagia Sophia di Istanbul,. TurkiInterior Hagia Sophia di Istanbul,. Turki Foto: Jurnalis Jh/dTraveler



Namun perdebatan hangat mencuat lagi di publik terkait pengubahan status Hagia Sophia menjadi sebuah masjid. Banyak pihak yang tidak setuju dan merasa bahwa ini adalah taktik Erdogan untuk meraih hati golongan konservatif dan mengalihkan isu tentang masalah ekonomi Turki.

"Ini bukan hanya debat soal bangunan. Attaturk menjadikan Hagia Sophia sebagai museum untuk menggaris bawahi visinya dalam menjadikan Turki negara Sekuler dan nyaris 100 tahun kemudian, Erdogan ingin melakukan hal yang sebaliknya," ungkap Soner Cagaptay, analis untuk Washington Institute.


Patriarch Bartholomew, salah satu pemimpin Kristen Ortodoks di Turki, menyatakan bahwa Hagia Sophia selama ini sudah menjadi 'rumah' bagi penganut Kristiani selama 900 Tahun dan umat Muslim selama 500 tahun. Sudah saatnya Hagia Sophia jadi simbol persatuan antar kedua agama itu.

"Sebagai museum, Hagia Sophia bis berfungsi sebagai tempat dan simbol dialog damai antara kebudayaan dan agama, kesepahaman dan solidaritas antara umat Kristen dan Islam. Mengubah Hagia Sophia jadi masjid lagi akan mengubah pandangan jutaan umat Kristen di dunia dalam memandang Islam," Bartholomew menambahkan.

Hagia Sophia, dulunya gereja, diubah jadi masjid lalu kini jadi museum di TurkiHagia Sophia, dulu gereja, diubah jadi masjid lalu kini jadi museum Foto: Rois Jajeli/detikTravel



Menteri Luar Negeri Yunani, Nikos Dendias, pun berharap hal yang sama. Presiden Erdogan harus bijak dalam merealisasikan wacana tersebut.

"Saya harap Presiden Erdogan tidak melanjutkan rencana yang bisa menyakiti Turki. Monumen ini sudah melewati banyak hal, image Turki akan hancur bila itu terjadi," kata Nikos.

Sudah beberapa tahun belakangan, di dalam Hagia Sophia sering diputar lantunan ayat suci Al Quran. Presiden Erdogan juga tercatat beberapa kali menunaikan ibadah salat di sana.

Menurut laporan kantor berita Hurriyet, dan media lokal di Turki lainnya, pengubahan Hagia Sophia menjadi sebuah masjid bisa terjadi pada tanggal 15 Juli mendatang.



Simak Video "Pelataran Hagia Sophia Dipenuhi Jemaah Jelang Salat Jumat Perdana"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA