Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Jul 2020 20:30 WIB

TRAVEL NEWS

Italia Larang Kedatangan Wisatawan dari 13 Negara Berisiko Tinggi

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Pemerintah Italia akan membuka industri pariwisata awal Juni. Pembukaan tersebut cukup melegakan pelaku industri pariwisata yang telah melewati masa sulit lockdown COVID-19 sejak awal Maret. (AP Photo/Antonio Calanni)
Foto: Wisata Italia (AP/Antonio Calanni)
Jakarta -

Kasus kematian virus Corona mereda, Italia telah membuka akses untuk turis asing. Tapi, ada 13 negara yang dikecualikan untuk bisa masuk ke Negeri Pizza itu.

Dikutip dari The Local oleh detikcom, Jumat (10/7/2020), Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza, mengatakan bahwa Italia tertutup bagi orang-orang yang bepergian dari dari Armenia, Bahrain, Bangladesh, Brasil, Bosnia, Chile, Kuwait, Makedonia Utara, Oman, Panama, Peru, dan Republik Dominika.

Larangan itu berlaku untuk semua wisatawan yang telah menghabiskan waktu di negara-negara itu dalam 14 hari terakhir, baik untuk penduduk tetap maupun hanya bepergian. Semua penerbangan langsung maupun tidak langsung dari 13 negara berisiko tinggi tersebut ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Di seluruh dunia, pandemi virus Corona ini berada dalam fase paling akut. Kita tidak bisa membuat pengorbanan yang sia-sia yang dilakukan oleh orang Italia dalam beberapa bulan terakhir," kata Speranza.

Pada awal pekan ini, Italia menangguhkan penerbangan dari Bangladesh awal pekan ini setelah hasil penelusuran menunjukkan beberapa infeksi Corona berasal dari pelancong Dhaka yang bertujuan ke Roma. Pemerintah memperingatkan bahwa lebih banyak pembatasan perjalanan akan menyusul, setelah lebih dari 30 kasus dikaitkan dengan penduduk Roma yang kembali dari Bangladesh. Termasuk, bagi mereka yang telah melakukan kontak dengan orang-orang terinfeksi.

Menurut Reuters, semua wisatawan di luar Uni Eropa dan area pergerakan bebas Schengen diperbolehkan datang ke Italia. Tetapi, harus mematuhi wajib karantina selama 14 hari saat kedatangan.

Italia merupakan negara Eropa pertama yang terinfeksi COVID-19 saat wabah ini muncul pada 21 Februari. Negara itu mencatat hampir 35.000 kematian, namun jumlah kasus dan kematian per hari telah menyusut jika dibandingkan dengan puncak epidemi pada akhir Maret.

Pada hari Kamis, Badan Perlindungan Sipil Italia melaporkan 12 kematian selama 24 jam terakhir, angka yang turun dari 15 hari sebelumnya.



Simak Video "Nila Moeloek Sebut Wisatawan Bali Menurun Gegara Isu Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA