Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Jul 2020 06:27 WIB

TRAVEL NEWS

Rekor! Siberia Makin Hangat di Bulan Juni

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Kebakaran hutan di Yakutia, Siberia
Kebakaran hutan di Yakutia, Siberia (Foto: CNN)
Siberia -

Kawasan Siberia mengalami bulan terhangat yakni di bulan lalu, Juni. Saat itu ada kebakaran hutan dan peningkatan emisi karbon dioksida di sana.

Diperkirakan sejumlah 59 megaton karbon dioksida dilepaskan di Siberia, menurut para ilmuwan di Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS). Asalnya kebakaran hutan mengamuk di sebagian besar wilayah Rusia.

Siberia adalah salah satu daerah terdingin di Bumi. Emisi karbon dioksida area itu untuk Juni adalah yang tertinggi dalam 18 tahun terakhir menurut data CAMS, tahun lalu di bulan yang sama jumlahnya 53 megaton.

Temperatur yang tinggi dan kondisi permukaan yang kering menciptakan kondisi ideal terjadinya kebakaran. Para ahli melihat kemiripan selama pengamatan beberapa tahun terakhir.

Siberia mengalami rekor terpanas di bulan Juni di tengah gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan itu dikeluarkan oleh Copernicus Climate Change Service (C3S), sebuah program yang berafiliasi dengan Komisi Eropa.

Suhu di wilayah itu dapat bersuhu 10 derajat Celcius lebih tinggi dari rata-rata di bulan Juni.

Tren suhu di Siberia cenderung mengalami perubahan besar dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun dan kini jauh di atas rata-rata sejak 2019.

Temperatur Juni di seluruh Siberia lebih dari lima derajat Celcius atau lebih tinggi dari rata-rata dan satu derajat Celcius lebih tinggi dari bulan yang sama pada 2018 dan 2019. Dua Juni sebelumnya juga jadi yang terpanas.

CS3 memperkirakan bahwa Siberia timur mencapai suhu Arktik maksimum 37 derajat Celcius per jam pada 20 Juni. Itu adalah suhu tertinggi terbaru untuk wilayah Arktik, yang satu hingga dua derajat Celsius lebih hangat daripada rekor sebelumnya.

Gelombang panas Siberia juga berkontribusi pada penurunan tingkat es laut, terutama di Samudra Arktik, menurut Pusat Data Salju dan Es Nasional AS.

Tapi tidak semua bagian wilayah telah terpengaruh. Suhu di Siberia Barat dicatat di bawah rata-rata dari bulan lalu.

Pada tahun 2020, Copernicus menemukan bahwa empat dari enam bulan pertama di tahun ini adalah yang terpanas secara global dibanding dengan rekor suhu sebelumnya.

Pengecualiannya adalah Februari dan Maret 2020 yang merupakan terpanas kedua yang pernah dicatat secara global.

Penyebab kenaikan suhu harus ditemukan sebabnya karena saling berinteraksi satu sama lain. Siberia dan lingkaran Arktik mengalami peningkatan suhu yang signifikan terutama bulan Juni yang selalu lebih hangat dari tahun sebelumnya.

Arktik memanas dua kali lebih cepat dari proses yang dikenal sebagai amplifikasi Arktik. Peningkatan mencairnya es Arktik mengarah pada lapisan salju musiman yang tidak lagi putih dan menyerap lebih banyak sinar matahari.

Proses itu mengarah ke aktivitas pemanasan. Pencairan es Siberia mungkin sudah memiliki konsekuensi dramatis.



Simak Video "Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Siberia"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA