Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Jul 2020 07:42 WIB

TRAVEL NEWS

Pesawat Supersonik Boom Persiapan Lepas Landas 2021

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Pesawat supersonik XB-1dari Boom Supersonic
Prototipe XB-1dari Boom Supersonic (Foto: Boom Supersonic)
Denver -

Pesawat supersonik komersial baru akan segera mengudara. Jedanya dengan Concorde begitu lama, puluhan tahun.

Diberitakan CNN, Concorde pertama kali terbang ke langit sudah lebih dari 50 tahun lalu. Pesawat supersonik terbaru masih dalam tahap persiapan lepas landas.

Start-up Boom Supersonic yang berbasis di Denver telah mengumumkan akan meluncurkan XB-1. Perusahaan telah membangun prototipe berskala 1:3 dari pesawat komersial supersonik bernama Overture.

XB-1 akan diperkenalkan pada 7 Oktober mendatang. Penerbangan uji cobanya dimulai pada 2021. Concorde terbang terakhir pada tahun 2003.

"XB-1 adalah langkah pertama membawa penerbangan supersonik kembali ke dunia," kata Blake Scholl, pendiri dan CEO Boom Supersonic dalam sebuah pernyataan di situs perusahaan.

"Penerbangan dengan kecepatan dua kali lipat berarti kita dapat melakukan perjalanan dua kali lebih jauh membawa lebih banyak orang, tempat, dan budaya ke dalam kehidupan kita," imbuh dia.

Menurut Boom, tujuan XB-1 adalah untuk menunjukkan dan membuktikan teknologi utama Overture. Pesawat supersonik ini dibangun dengan konstruksi komposit serat karbon canggih dan efisiensi aerodinamika tinggi yang telah dioptimalkan komputer.

Pesawat supersonik XB-1dari Boom SupersonicPrototipe pesawat supersonik XB-1dari Boom Supersonic (Foto: Boom Supersonic)

Perusahaan juga telah merilis gambar-gambar pesawat eksperimental. Digambarkan bahwa Boom telah mengembangkan pesawat tercepat dalam sebuah hanggar, termasuk penyelesaian pemasangan sayapnya.

"Dengan XB-1, kami menunjukkan bahwa kami siap untuk membawa kembali pesawat supersonik," kata Scholl.

Hasil program uji XB-1, yang mengklaim 100% netral karbon, akan memungkinkan perusahaan menyempurnakan desain untuk pesawat supersonik Overture.

"Kami memastikan bahwa masa depan pesawat supersonik aman dan berkelanjutan secara lingkungan juga ekonomi," ujar Scholl.

"Kami telah belajar bahwa permintaan supersonik telah tumbuh lebih cepat daripada yang kami perkirakan," imbuh dia.

Pesawat supersonik XB-1dari Boom SupersonicRender pesawat Overture dari Boom Supersonic (Foto: Boom Supersonic)

Sebelum pandemi, Boom telah mengumpulkan setidaknya USD 6 miliar pre-order untuk pesawatnya, yang dibanderol seharga USD 200 juta. Pembelinya ada dari Virgin Group hingga Japan Airlines, dan ada yang sudah berinvestasi sebesar USD 10 juta di perusahaan pada 2017.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Overture, yang dirancang untuk menampung antara 55 hingga 75 orang, akan memulai penerbangan penumpang pada tahun 2030.

Fokus pesawat supersonik ini berada di lebih dari 500 rute lintas samudera. Berkecepatan Mach-2.2, perjalanan dari New York ke London hanya memakan waktu selama tiga jam 15 menit.

Pesawat supersonik Boom ini juga telah dirancang dengan teknologi pengurangan kebisingan terbaru. Kecepatan supersonik hanya akan digunakan saat terbang di atas lautan untuk memastikan bahwa area berpenduduk tidak terpengaruh oleh ledakan sonik.

Boom bukan satu-satunya perusahaan yang berusaha mengembalikan penerbangan supersonik. Aerion Corporation saat ini sedang mengembangkan pesawat supersonik komersial AS2 di kantor pusatnya di Reno, Nevada. Pesawat ini dapat menampung hingga 12 penumpang.



Simak Video "Becak Anti Korupsi, Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA