Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Jul 2020 14:49 WIB

TRAVEL NEWS

UNESCO Protes Hagia Sophia Jadi Masjid, Wamenlu Turki Angkat Bicara

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Pengadilan Turki menyetujui fungsi bangunan Hagia Sophia diubah dari museum menjadi masjid. Umat Islam di Turki dapat melangsungkan salat mulai 24 Juli 2020.
Hagia Sophia diubah dari museum menjadi masjid menjadi polemik. (Getty Images)
Ankara -

Peresmian Hagia Sophia menjadi masjid mengundang protes dari UNESCO. Wakil Menteri Luar Negeri Turki angkat bicara.

Dikutip dari Anadolu Agency oleh detikcom, Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Yavuz Selim Kiran, menyatakan bahwa Turki telah memenuhi tanggung jawab terkait alih fungsi Sophia Hagia.

Mencuit lewat Twitter, dia mengutip perjanjian Warisan Dunia 1972.




"Tidak ada halangan untuk mengubah fungsi situs warisan dunia dalam Perjanjian Warisan Dunia," katanya.

Kiran menambahkan perjanjian itu memberikan tugas dan tanggung jawab tertentu kepada negara-negara dengan situs warisan dunia, namun tak akan melanggar hak milik dan kedaulatan mereka.

"Perjanjian itu tidak membatasi hak kedaulatan suatu negara atas warisan budaya yang ada di perbatasannya. Perubahan fungsional Hagia Sophia tidak berarti melanggar perjanjian," kata Kiran.

Pada hari Jumat (10/7), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan Hagia Sophia yang sebelumnya adalah sebuah museum menjadi masjid. Keputusan itu mengembalikan Hagia Sophia yang sempat menjadi masjid 85 tahun yang lalu.

Keputusan ini mengundang komentar dari UNESCO yang telah menjadikan Hagia Sophia menjadi salah satu warisan dunia. Dilansir CNN Indonesia, UNESCO memperingatkan bahwa penetapan Hagia Sophia sebagai masjid berisiko merusak sifat universal bangunan tersebut sebagai tempat terbuka bagi semua peradaban, sebagai sebuah museum. Poin itu menjadi salah satu aspek inti dari sebuah situs warisan dunia.

"Kami menyerukan pihak berwenang Turki untuk memulai diskusi sebelum keputusan diambil dapat merusak nilai universal situs," ujar pernyataan UNESCO seperti dilansir Yahoo News.

Hagia Sophia dibangun sebagai gereja dan fungsi itu dijalankan selama berabad-abad di bawah pemerintahan Kekaisaran Bizantium. Lalu pada 1453 bangunan ini diubah menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul pada 1454, namun pada 1935, keputusan kabinet mengubah bangunan ini menjadi sebuah museum.



Simak Video "Pelataran Hagia Sophia Dipenuhi Jemaah Jelang Salat Jumat Perdana"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA