Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Jul 2020 23:09 WIB

TRAVEL NEWS

Cara Kemenparekraf Tawarkan Wisata Indonesia di Tengah Pandemi

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi Indonesia.
Ilustrasi (istimewa)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih membayangi Indonesia. Di tengah keterbatasan, Kemenparekraf pun tetap berjuang menawarkan wisata Indonesia.

Dilihat detikcom dari press releasenya, Senin (13/7/2020), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan mengadakan acara bertajuk "Indonesian Sellers Meeting (ISM)" melalui platform online selama tiga hari, yaitu pada tanggal 14-16 Juli 2020.

Hari pertama ISM akan ditujukan untuk pasar India, Malaysia, Singapore, Thailand dan Indochina. Hari kedua meliputi pasar Korea Selatan, China & Hongkong, Timur Tengah, Prancis dan Jerman. Hari ketiga untuk pasar Jepang, Taiwan, Rusia, Belanda dan United Kingdom (UK).

KemenparekrafAcara webinar Kemenparekraf (dok Kemenparekraf)

Acara yang diinisiasi oleh Kemenparekraf ini bertujuan untuk membuka peluang bisnis dan memperoleh informasi tentang kondisi masyarakat, dan strategi bertahan di tengah pandemi dari buyer/wholeseller maupun pelaku pasar di negara pasar originasi.

Dalam keterangan persnya, acara tersebut akan menyertakan Nia Niscaya selaku Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I (Indonesia, ASEAN, dan OCEANIA) Kemenparekraf dan sejumlah narasumber terkait dari dalam dan luar negeri.

Dengan dilaksanakannya kegiatan webinar "Indonesian Sellers Meeting" diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat mengetahui kondisi masyarakat dan menjalin komunikasi dengan negara originasi khususnya antar pelaku industri (sellers, buyers, government) dengan mempertemukan pelaku industri inbound dan wholeseller/buyers sebagai langkah persiapan menuju kegiatan B2B.

Di satu sisi, Kemenparekraf masih tetap menggalakkan program Clean, Health dan Safety atau yang biasa disingkat CHS. Lebih lanjut, Kemenparekraf juga telah mengeluarkan protokol kesehatan di bidang pariwisata yang dapat menjadi panduan bagi para pelaku sektor terkait di Indonesia.



Simak Video "Bioskop di Jakarta Batal Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA