Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 18 Jul 2020 16:54 WIB

TRAVEL NEWS

Raja Belanda Tak Akan Pakai Lagi Kereta Bergambar Budak Indonesia

Femi Diah
detikTravel
Raja dan ratu belanda di Prambanan
Raja Belanda Willem-Alexander mengatakan tak akan memakai kereta kuda untuk upacara, Gouden Koets, yang bergambar perbudakan pada masa penjajahan. (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Amsterdam -

Raja Belanda Willem-Alexander mengatakan tak akan memakai kereta kuda untuk upacara, Gouden Koets, yang bergambar perbudakan pada masa penjajahan. Kereta emas itu sempat viral karena ada gambar budak Indonesia.

Gouden Koets atau "Kereta Kuda Emas" dihujani kritik oleh warga dunia, termasuk oleh Warga Negara Indonesia (WNI) hingga muncul petisi beberapa waktu lalu saat muncul gerakan dipicu oleh gerakan Black Lives Matter (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga) di Amerika Serikat. Sebabnya, empat panel lukisan di Gouden Koets menggambarkan kejayaan Belanda di era kolonial, termasuk saat menjajah Indonesia.

Kereta kuda kayu itu dibuat pada 1898 dan satu sisinya dihias dengan lukisan yang disebut "Penghargaan untuk Penjajah". Lukisan tersebut menampilkan gambar orang Asia dan kulit hitam membawa upeti untuk seorang perempuan kulit putih yang duduk di atas kursi takhta mewakili Kerajaan Belanda.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyadari dan Juli lalu bilang kereta kuda Gouden Koets itu 'memancing emosi' warga dunia, kemudian dia menambahkan, 'itu semua bagian dari sejarah kami'. Kereta kuda "Gouden Koets" sedang direstorasi sejak 2015.

Kereta kuda emas milik Kerajaan Belanda.Kereta kuda emas milik Kerajaan Belanda. Foto: (Kementerian Pertahanan Belanda/ministerie van Defensie)

"Kami mengikuti perdebatan itu, saya memperhatikannya," kata Raja Willem-Alexander saat sesi jumpa pers tahunan dengan media dan dikutip Reuters. Dalam acara itu, biasanya para anggota Kerajaan Belanda berpose untuk foto resmi tahunan.

Baca Juga: Viral Kereta Kuda Belanda Bergambar Perbudakan, Ini Kisahnya

"Selama ada diskriminasi yang terlihat secara eksplisit dan implisit di Belanda, kita, sebagai bagian dari masyarakat, harus melawan itu," kata dia.

Kereta kuda itu biasanya menjadi tunggangan raja menuju tempat pemberian sambutan di hadapan anggota parlemen tiap September. Tapi, kereta itu tidak dapat beroperasi sampai 2021 karena masih diperbaiki.

Raja Belanda mengatakan belum ada rencana mengubah hiasan di kereta kayu itu.

Kereta kuda emas milik Kerajaan Belanda.Kereta kuda emas milik Kerajaan Belanda. Foto: (redfishstream/Instagram)

"Itu merupakan bagian dari warisan budaya kita, kita tidak akan menulis ulang sejarah dengan restorasi," kata Raja Willem.

"Setelah restorasi Gouden Koets selesai, kita akan lihat seperti apa," ujar dia.



Simak Video "Raja Belanda Minta Maaf ke Indonesia atas Kekerasan Masa Lalu!"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA