Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Jul 2020 08:15 WIB

TRAVEL NEWS

Cara Bali Cegah Resiko Penularan COVID-19 dari Wisman

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace)
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace (Istimewa)
Denpasar -

Wisata Bali belum membuka pintu untuk turis asing, namun Pulau Dewata telah menerapkan sejumlah antisipasi virus Corona, Berikut caranya.

Dilansir detikcom dari Antara, Rabu (22/7/2020), Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan bahwa daerah setempat telah menyiapkan langkah preventif untuk mencegah risiko penularan COVID-19 yang kemungkinan dibawa wisatawan mancanegara.

"Kami telah mengeluarkan SE Gubernur tentang protokol kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri. Dalam SE tersebut diatur berbagai hal yang harus dipenuhi seperti surat pernyataan dan hasil negatif COVID-19," kata Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace itu saat menjadi narasumber pada program Metro TV secara langsung via sambungan Skype Indonesia Town Hall dengan tema "Cara Baru Berwisata", di Denpasar, Senin (20/7) malam.

Sementara untuk mendukung kepercayaan asing terhadap Bali, Pemprov Bali juga sedang meningkatkan fasilitas, baik di ruang publik maupun fasilitas kesehatan.

"Jumlah 'bed' RS kita tambah, fasilitas penanganan COVID-19 kita tingkatkan. Ini bukannya kita berharap jumlah kasus naik, kita terus cegah hal tersebut. Ini lebih kepada menjaga 'trust' para wisatawan kepada pengelolaan pariwisata di tengah pandemi di Bali," ujar Cok Ace.

Cok Ace menambahkan Pemprov Bali juga telah membuka kegiatan lokal di Bali, termasuk wisata Bali, pada tanggal 9 Juli. Mereka menerapkan protokol kesehatan sebagai konsekuensinya.

Untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan dan protokol pencegahan COVID-19 di lapangan, Gubernur Bali Wayan Koster juga telah mengeluarkan Surat Edaran No 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru yang mengatur berbagai standar kebersihan di ruang publik serta mengatur 14 sektor yang harus dipatuhi.

"Sedangkan untuk sektor pariwisata sendiri bahkan sudah lebih di depan lagi. Selain mengikuti peraturan dan SOP yang ditetapkan pemerintah, sektor pariwisata juga berinisiatif untuk melakukan assessment mandiri, yang meliputi kesiapan industri pariwisata dalam menyambut para wisatawan," dia menjelaskan.

Untuk membuka kran pariwisata, Menko Luhut mengatakan Indonesia tengah menjajagi dengan negara-negara sahabat. Luhut bilang membutuhkan perjanjian kedua belah pihak agar warga mereka juga merasa aman.

Semua hal tersebut menjadi dasar pemerintah membuka pariwisata untuk domestik Indonesia tanggal 31 Juli serta untuk mancanegara 11 September mendatang.

Lebih jauh ia mengajak masyarakat Indonesia untuk mengimplementasikan protokol kesehatan dan pencegahan dengan disiplin, karena itu adalah semua muara.

"Mari kita patuhi pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, ini adalah langkah preventif, dan langkah-langkah ini juga dinilai bisa membangun kepercayaan wisatawan sebelum membuka wisata Bali," katanya.



Simak Video "Kristen Gray Tengah Diperiksa di Kantor Imigrasi Denpasar"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA