Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Jul 2020 19:30 WIB

TRAVEL NEWS

Daftar Negara yang 'Say No' Kepada Turis Amerika Serikat

Syanti Mustika
detikTravel
People walk amongst US national flags erected by students and staff from Pepperdine University to honor the victims of the September 11, 2001 attacks in New York, at their campus in Malibu, California on September 10, 2015. The students placed some 3,000 flags in the ground in tribute to the nearly 3,000 victims lost in the attacks almost 14 years ago.      AFP PHOTO / MARK RALSTON / AFP / MARK RALSTON
Foto: AFP PHOTO/MARK RALSTON
Jakarta -

Karena pandemi Corona, sejumlah negara membatasi perjalanan turis internasional. Seperti beberapa negara ini yang menolak kunjungan dari turis Amerika Serikat yang kini menjadi negara paling banyak kasus Corona-nya.

Berpuluh-puluh tahun paspor AS menjadi paspor terkuat yang membuat pemegangnya melalang buana ke negara manapun. Namun semenjak ada pandemi Corona ini, banyak negara telah memberikan batasan kepada turis internasional, salah satunya warga Amerika Serikat.

Dirangkum detikcom, berikut sejumlah negara yang memberi batasan bagi warga Amerika Serikat untuk masuk ke negaranya.

1. Albania

Untuk sementara ini Albania tidak secara eksplisit melarang orang Amerika ke negaranya. Walau penerbangan komersial telah terbang kembali pada 15 Juni, namun hanya penduduk Uni Eropa yang diizinkan naik penerbangan keluar dari Albania. Perbatasan darat juga terbuka, tetapi Kedutaan Besar AS mencatat bahwa beberapa negara di sekitar Albania (seperti Yunani) memiliki batasan pada pengunjung dari Amerika Serikat.

2. Argentina

Argentina pertama kali mengumumkan pada 15 Maret bahwa penerbangan dari Amerika Serikat dan Eropa akan ditangguhkan. Kemudian mereka menerapkan salah satu larangan perjalanan paling ketat di belahan bumi barat pada bulan April, yang melarang semua penerbangan komersial dan penjualan tiket hingga 1 September.

3. Australia

Hanya warga negara dan penduduk Australia yang diizinkan bepergian ke Australia, serta warga Selandia Baru yang merupakan penduduk Australia. Dan teruntuk siapa pun yang datang dari luar pulau harus karantina selama 14 hari pada saat kedatangan, dan penerbangan luar negeri sangat dibatasi.

Selain penerbangan, kapal pesiar juga dilarang. Dampaknya perbatasan internasional tetap tertutup dan akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

4. Bahama

Pada 22 Juli, perbatasan internasional ke Grand Bahama ditutup selama dua minggu, bersama dengan perbatasan domestik yang berlaku sehari sebelumnya. Warga AS didesak untuk segera meninggalkan Grand Bahama, karena Kedutaan Besar A.S. tidak mengantisipasi menyediakan penerbangan repatriasi." Di luar Grand Bahama, semua penerbangan komersial masuk dari AS berhenti 22 Juli secara nasional hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Bahama hanya menerima penerbangan dari Kanada, Inggris, dan Uni Eropa. Warga negara AS yang tiba dengan pesawat pribadi atau kapal air masih dapat masuk hanya jika mereka melengkapi dan mengajukan Aplikasi Visa Kesehatan Perjalanan sebelum melakukan perjalanan. Serta memberikan hasil tes COVID-19 molekul negatif, dan memiliki paspor yang valid.

5. Botswana

Pada 16 Juni, Botswana telah mengeluarkan larangan masuk bagi siapa pun kecuali penduduk Batswana. Termasuk di dalam larangan ini pengunjung dari Amerika Serikat.

Tidak ada penerbangan komersial yang tersedia, bahkan Kazungula Ferry ke Zambia dan perjalanan melalui Afrika Selatan sangat dibatasi. Efektif 23 Maret 2020, Kedutaan Besar AS Gaborone telah menangguhkan layanan konsuler rutin.

6. Kamboja

Kamboja telah mencabut larangan masuknya oleh orang asing yang bukan penduduk dari negara-negara tertentu. Termasuk negara-negara Eropa di Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol, serta Iran dan Amerika Serikat, yang dikeluarkan pada 30 Maret.

Sekarang pelancong dari negara mana pun harus tiba dengan sertifikat tes COVID-19 negatif, diuji lagi pada saat kedatangan, karantina selama 14 hari terlepas dari hasil tersebut. Serta memiliki setidaknya USD 50.000 untuk asuransi kesehatan, serta membuat deposit virus coronavirus senilai USD 3.000.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA