Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 25 Jul 2020 07:45 WIB

TRAVEL NEWS

Perubahan Nama China Airlines Makin Dekat

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
China Airlines
Pesawat China Airlines (Foto: CNN)
Taipei -

Maskapai terbesar di Taiwan, China Airlines, resmi diizinkan berganti nama. Parlemen sudah menyetujui rencana itu.

Mengganti nama perusahaan adalah pekerjaan yang rumit, namun jarang terjadi kontroversi seperti saat ini, penggantian nama China Airlines.

Pada hari Rabu, parlemen Taiwan menyetujui proposal untuk mengubah branding dari maskapai. Diberitakan CNN, perubahan itu termasuk bagian nama.

Dalam sebuah diskusi bersama parlemen, nama China Airlines sering disamakan dengan Air China. Maskapai terakhir adalah perusahaan penerbangan yang sangar besar berkantor di pusat kota Beijing.

Kini, pengubahan nama China Airlines menjadi tugas Kementerian Transportasi dengan menyusun kebijakan yang akan membantu memperkuatnya sebagai merek dari Taiwan. Sehingga, tiada lagi kekeliruan bahwa mereka berasal dari China daratan.

"Kementerian Perhubungan dan Komunikasi akan mempelajari dan mengusulkan rencana yang layak untuk penggantian nama China Airlines secara bertahap," kata proposal itu.

Proposal itu menekankan bahwa kementerian harus menemukan cara untuk mengubah citra yang tidak melibatkan negosiasi ulang atau modifikasi kebebasan penerbangan internasional. Kementerian harus memperkuat citra Taiwan di livery pesawat.

Maskapai China Airlines masih bungkam hingga kini. "Harap diperhatikan bahwa China Airlines tidak bisa berkomentar mengenai topik ini saat ini," kata Jason Liu, salah satu wakil presiden China Airlines.

Debat persepsi nama China Airlines sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

China Airlines didirikan di Taiwan pada tahun 1959 dengan basis maskapai dari Bandara Internasional Taoyuan Taipei. Maskapai ini melayani 160 rute di 29 negara.

Pemegang saham mayoritas adalah China Aviation Development Foundation. Yayasan ini sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Taiwan. Jadi mengapa ganti nama sekarang?

Isu untuk me-rebranding semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir karena penerbangan kargo China Airlines. Pesawat itu digunakan untuk mengirimkan pasokan medis terkait virus Corona ke seluruh dunia dan mereka dianggap dari China daratan.

Warga Taiwan tersulut emosinya dan membuat petisi yang meminta perubahan nama China Airlines di Change.org. Pada 23 Juli, lebih dari 50.000 orang telah menandatanganinya.

Ini bukan pertama kalinya China Airlines jadi sorotan. Beberapa perusahaan Taiwan yang memiliki nama China diminta untuk mengubah nama mereka ketika Chen Shui-bian menjadi presiden di pulau itu pada awal tahun 2000-an.

Topik ini muncul kembali pada tahun 2016 di bawah kepemimpinan Tsai Ing-wen.

Mungkin sebagian orang di dunia ini tak mengetahui pasti di mana kantor pusat China Airlines. Mungkin ada yang bingung.

Nama resmi Taiwan adalah Republik China (ROC) menurut pendiriannya di tahun 1911. Ketika itu dinasti kekaisaran terakhir China runtuh.

China dan Taiwan telah memiliki pemerintahan yang terpisah sejak 1949 setelah kemenangan Komunis di daratan, setelah perang saudara. Namun, warisan budaya dan bahasa keduanya masih sama secara garis besar.

Di sisi lain, China masih menganggap Taiwan sebagai bagian integral dari wilayahnya. Dalam isu China Airlines, China punya pandangan berbeda dan tentunya bertentangan.



Simak Video "Terungkap! WN Taiwan Sempat Melawan Sebelum Dibunuh"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA