Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 25 Jul 2020 19:49 WIB

TRAVEL NEWS

Pos Penjaga dan Pembatas Tak Efektif, Kazakhstan Denda Traveler Bandel

Femi Diah
detikTravel
View of Burabay (Borovoe) Lake and beautiful mountain Okzhetpes. Burabay National Nature Park in northern Kazakhstan. Picturesque mountain landscape. May, 2019.
Taman Nasional Burabay di Kazakhstan (Getty Images/iStockphoto/yrabota)
Jakarta -

Wisata Kazakhstan sempat dibuka, namun justru muncul pelanggaran protokol kesehatan. Pemerintah bakal menerapkan denda karena pos penjaga dan rambu pembatas tak mempan mengatasi warga dan traveler bandel.

Kazakhstan dibuat blunder dengan keputusan membuka area wisata saat pandemi virus Corona. Rupanya, peraturan protokol kesehatan dengan pembatasan jumlah pengunjung di satu area wisata, memakai masker dan menjaga jarak diabaikan. Muncullah kerumunan-kerumunan wisatawan di tempat-tempat wisata, utamanya saat akhir pekan.

Tiga tempat wisata yang menunjukkan kerumunan itu ada di Akmola. Yakni, di Danau Kobeituz pink serta stepa utara di Burabai dan Zerenda.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan kekecewaan mereka dengan warga di kawasan wisata Akmola yang mengabaikan peraturan jaga jarak sosial.

Tak ingin kasus Corona bertambah, Kazakhstan kembali menutup kawasan wisata sembari menggodok langkah untuk pembatasan wilayah. Berkaca pada kasus yang ada, warga dan traveler tak mengindahkan pos-pos penjagaan dan papan-papan pembatas. Akses ke zona wisata di kawasan wisata Akmola dari 24 Juli hingga 3 Agustus.

"Protokol kesehatan dengan pembatasan kuota secara umum berlanjut di tempat-tempat rekreasi outdoor. Tapi, ada praktik pelanggaran yang dilakukan oleh warga yang lalai di Danau Kobeituz pink yang unik," kata Presiden Tokayev seperti dikutip The Astana Times.

Situasi serupa juga terjadi di oasis dari stepa utara yang luas seperti Burabai dan Zerenda, yang memiliki waktu tempuh tiga jam dari ibu kota Kazakhstan.

Tiga area yang merupakan tujuan wisata favorit di akhir pekan sampai-sampai melanggar protokol kesehatan. Traveler memadati kawasan wisata itu dan tak menerapkan jaga jarak sosial dan melanggar kuota pengunjung.

"Tindakan pembatasan akan diberlakukan. Untuk melawan virus Corona dan memulihkan wisata Kazakhstan, penduduk di wilayah tersebut dan daerah terdekat perlu memahami dan dan menahan diri untuk tidak bepergian ke tempat-tempat rekreasi itu atau mengunjungi tempat-tempat ramai," kata kata Gubernur Gabdullin.

Sementara itu, distrik Akimat akan mengatur blok di sepanjang perimeter. Wisatawan yang tiba sebelum 24 Juli dapat menginap di hotel dan fasilitas resor sanatorium, tetapi harus menjalankan jarak sosial dan memakai masker. Tapi, para wisatawan tidak akan dapat memasuki pantai, sauna, atau kolam renang hotel.

Akimat melarang hotel menerima permintaan pemesanan lagi. Tapi, resor bisa terus beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan, yakni meningkatkan sanitasi dan disinfeksi.

Otoritas pemerintah juga menghentikan operasi hiburan dan outlet ritel yang terletak di garis pantai reservoir dan stasiun kapal.

Sebelum ini, distrik Yereimentau Akimat juga menutup jalan ke Danau Kobeituz, danau pink yang amat populer di Instagram, dan Danau Teniz, Kurbet, serta Korzhynkol pada 20 Juli hingga situasi pandemi virus Corona di distrik Yereimentau menjadi stabil.

Kelompok pemantau yang dipimpin oleh distrik Yereimentau Akim Gubernur Abai Alzhanov tanpa ampun akan menangkap traveler atrau warga yang berkerumun di Danau Teniz dan Kobeituz.

Selain itu, Kementerian Kazakh Ekologi, Geologi, dan Sumber Daya Alam berencana untuk memberikan Kobeituz status kawasan lindung khusus.

"Pos-pos sementara dan pagar-pagar pembatas tidak menyelesaikan masalah. Jika ada penghalang, akan selalu ada seseorang yang memindahkannya. Oleh karena itu, perlu untuk menyelesaikan masalah melalui pendidikan lingkungan warga dan peningkatan denda," Menteri Ekologi, Geologi, dan Sumber Daya Alam Magzum Mirzagaliyev.

Semoga wisata Kazakhstan segera pulih ya, traveler.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(iah/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA