Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 26 Jul 2020 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Google Luncurkan Fitur Penerjemah Bahasa Mesir Kuno

Syanti Mustika
detikTravel
Makam Khuwy, orang terhormat dari Dinasti ke-5 Mesir Kuno. (Mohammed El Shahed/AFP)
Makam Khuwy, orang terhormat dari Dinasti ke-5 Mesir Kuno (Mohammed El Shahed/AFP)
Jakarta -

Sekarang kamu bisa menerjemahkan bahasa Mesir kuno dengan Google. Mereka meluncurkan aplikasi baru yang bisa menerjemahkan bahasa kuno tersebut.

Diberitakan Lonely Planet, Google meluncurkan aplikasi baru bernama Fabricius sebagai bagian dari aplikasi Google's Arts & Culture. Aplikasi ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan penemuan Batu Rosetta.

Melalui aplikasi ini kamu bisa memecahkan kode misterius yang memecahkan kode misterius hieroglif Mesir kuno untuk pembaca modern. Hieroglif digunakan di Mesir dari sekitar 3200 SM hingga 400 M dan merupakan salah satu bentuk penulisan paling awal di dunia.

Dengan aplikasi Google yang menjurus untuk edukasi ini, memungkinkan penggunanya untuk menerjemahkan bahasa keseharian ke dalam hieroglif dan bisa dibagikan. Namun tentu ini saja hanya untuk 'bersenang-senang' dan tidak teruntuk akademis.

Google juga mengatakan bahwa Fabricius diprogram khusus berdasarkan penelitian akademis dan menjadi alat pertama digital yang memecahkan kode bahasa Mesir Kuno dan siapapun dapat mempelajari hieroglif ini.

Pengembang dapat melatih mesin untuk mengenali berbagai piktogram. Ada sekitar 1000 hieroglif Mesir yang berbeda - yang seharusnya membantu menghemat waktu untuk terjemahan.

Dalam versi desktop, aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk mengunggah foto hieroglif yang dia temukan di Mesir atau museum-museum di seluruh dunia. Kemudian foto ini dapat ditingkatkan secara digital, diperbesar dan dibandingkan dengan simbol yang ada di database hieroglif.

Namun, Google juga mengakui bahwa ada beberapa simbol kuno yang masih sulit dibaca karena faktor waktu, cuaca dan defacasi yang sengaja menghilangkan beberapa simbol kuno. Hal itu membuatnya sulit dibaca, terutama untuk mata orang awam.

Google berharap ke depannya bisa mengembangkan terjemahan yang lebih cepat dan akurat lagi hingga dapat mengarah pada penemuan dan sejarah baru dalam penelitian.



Simak Video "Buka Acara Next OnAir 2020, Google Cloud Kenalkan Solusi Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA