Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 29 Jul 2020 19:35 WIB

TRAVEL NEWS

Balas Turki, Suriah Bangun Replika Hagia Sophia Versi Mini

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Hari ini Hagia Sophia menggelar Salat Jumat. Ibadah tersebut menjadi kali pertama sejak 86 tahun berfungsi sebagai museum.
Hagia Sophia (Chris McGrath/Getty Images)
Al-Suqaylabiyah -

Turki mengubah Hagia Sophia jadi masjid. Keputusan Turki ini dibalas Suriah dengan membangun Hagia Sophia versi mini. Rusia juga ikut dilibatkan.

Negara Suriah di bawah Presiden Bashar Al-Assad mengumumkan rencananya untuk membuat replika miniatur dari Hagia Sophia yang ikonik. Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Rabu (29/7/2020) aksi itu menjadi bentuk kritik akan kebijakan pemerintah Turki baru-baru ini seperti diberitakan Middle East Monitor.

Pembangunan miniatur Hagia Sophia itu bertempat di Provinsi Hama, dibantu oleh sekutu utama mereka Rusia. Kabarnya, pembangunan miniatur Hagia Sophia itu ditujukan untuk menjembatani dialog damai antar sejumlah agama.

Menurut situs berita Lebanon Al-Modon, ide pembangunan miniatur tersebut diinisiasi oleh seorang pria bernama Nabeul Al-Abdullah. Setelah mendapat izin dari kepala Gereja Ortodoks Yunani Hama, Nicolos Baalbaki, ide itu lanjut dipresentasikan di hadapan tentara militer Rusia di Suriah.

Presiden Suriah Ingin Wilayah Kurdi Kembali Jadi Otoritas NegaranyaPresiden Suriah Bashar Al-Assad (DW News)

Secara teknis, nantinya miniatur Hagia Sophia tersebut akan dibangun di Kota Al-Suqaylabiyah yang memiliki mayoritas umat beragama Kristen Ortodoks Yunani. Kabar terkini, pembangunannya tengah dilakukan oleh tim dari militer Rusia.

Rencana itu pun dipertegas oleh ahli hukum Rusia, Vitaly Milonov, seperti diberitakan koran berbahasa Arab Rai Al-Youm. Disebut olehnya, Suriah menjadi lokasi ideal untuk membangun replika Hagia Sophia.

Vitaly mengatakan, kalau Suriah berbeda dengan Turki. Ia percaya, kalau Suriah adalah sebuah negara yang memiliki kesempatan untuk menghadirkan dialog damai antar agama.

Menurut para pakar, langkah Presiden Assad itu dilihat sebagai bentuk pembalasan akan Turki di bawah Presiden Erdogan yang mengubah Hagia Sophia jadi masjid. Hal itu juga menunjukkan keberpihakan Assad pada komunitas Kristen Suriah. Di sisi lain, dukungan Rusia pada kebijakan tersebut dilakukan untuk memantapkan keberadaan militernya di Suriah sekaligus menjaga rezim Assad terkait hubungannya dengan komunitas Kristen Suriah.



Simak Video "Israel Serang Suriah, Tewaskan 2 Tentara dan 7 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA