Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 29 Jul 2020 23:32 WIB

TRAVEL NEWS

Toblerone Disebut Cokelat yang Travel Banget, Kok Bisa?

Putu Intan
detikTravel
tren Toblerone Tunnel di Instagram
Cokelat Toblerone. (Foto: istimewa)
Jakarta -

Traveler tahu cokelat Toblerone? Brand cokelat ini disebut CNN sebagai cokelat ikonik yang identik dengan travel atau perjalanan.

Jika traveler mampir ke duty free, traveler akan dengan mudah menemukan Toblerone. Ini karena cokelat itu punya bentuk yang unik yaitu piramida, berbeda dengan cokelat pada umumnya yang berbentuk kotak.

"Toblerone mereperesentasikan perjalanan," kata Ketua Departemen Desain Kemasan di Institut Teknologi Mode New York, Marianne Klimchuk.

"Tulisannya bergaya label bagasi kuno. Cokelat ini memiliki keaslian dan warisan budaya Eropa. Tapi untuk sesuatu yang kuno dalam sejarah, rasanya sangat segar,"ia melanjutkan.

Selain Klimchuk, penulis makanan dan penulis buku memasak Irvin Lin juga mengasosiasikan Toblerone dengan perjalanan dan eksotisme. Keluarganya yang merupakan campuran Taiwan-Amerika dan tinggal di St. Louis, Amerika Serikat (AS) tidak memiliki banyak kesempatan untuk bepergian atau untuk makan cokelat. Namun Toblerone menjadi solusi untuk menikmati kedua kegiatan itu sekaligus.

TobleroneToblerone. (Foto: CNN)

"Toblerone adalah sesuatu yang saya kaitkan dengan menjadi seorang anak, dan eksklusivitas hanya mendapatkannya di bandara," ia menjelaskan.

"Membeli Toblerone sangat istimewa bagiku. Keluarga teman-temanku akan pergi berlibur dan mereka membawa kembali cokelat yang chic, khas Eropa, berbentuk segitiga panjang ini. Aku tidak pernah melihat Toblerone di toko grosir. Ku pikir kau hanya bisa mendapatkan itu di bandara atau ketika kamu bepergian dan menjadi bagian dari set jet," katanya.

Cokelat Toblerone ditemukan pada 1908 oleh ahli cokelat Swiss, Theodor Tobler. Kala itu ia memiliki ide untuk mengisi krim cokelat dengan torrone (madu dan nougat) Italia yang renyah. Itulah yang menjadi asal usul nama Toblerone, yakni gabungan nama Tobler dan isinya, torrone.

Selama ini banyak konsumen melihat Toblerone sebagai gambaran Pegunungan Alpen di Swiss. Orang-orang juga beranggapan bahwa bentuk segitiga pada Toblerone meniru gunung itu. Akan tetapi perwakilan Toblerone mengatakan makna asli di balik bentuk tersebut.

"Kebanyakan orang percaya bahwa bentuk itu adalah simbol dari lanskap gunung Swiss tetapi kisah sebenarnya adalah tentang bagaimana Tuan Tobler ingin menciptakan sesuatu yang berbeda, bertentangan dengan norma, yaitu segitiga di dunia yang persegi," kata dia.

Uniknya lagi, Toblerone ini berbeda dengan brand cokelat lainnya yang kerap menunjuk selebriti sebagai duta promosi atau membuat lagu untuk menarik konsumen. Mereka justru tak melakukan strategi promosi serupa namun menjadikan diri mereka sebagai cokelat yang langka dan terkesan mewah.

"Perasaan mewah dan senang menandai brand itu diterima oleh seluruh budaya. Itu sama dengan perasaan seorang pelancong ketika mereka bepergian, mereka memanjakan diri sendiri," ujar Klimchuck.

Sampai saat ini, Toblerone masih menggunakan kemasan yang sama. Namun mereka mulai menambah varian yang lain, dari mulanya cokelat susu, kemudian berkembang ke cokelat putih (white chocolate) dan cokelat hitam (dark chocolate).



Simak Video "Perhatikan! Ada Lambang Tersembunyi di Logo-logo Terkenal Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA