Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Agu 2020 20:45 WIB

TRAVEL NEWS

Setelah Dibuka, Turis Masuk ke Bali 2.000-an Tiap Harinya

Syanti Mustika
detikTravel
Wisatawan domestik menggunakan masker saat liburan Idul Adha 1441H di masa Adaptasi Kebiasaan Baru tahap II di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu (1/8/2020). Obyek wisata tersebut mulai dikunjungi wisatawan dari luar Pulau Bali dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 meskipun jumlahnya masih sedikit. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Jakarta -

Pariwisata Bali telah membuka diri untuk wisatawan domestik semenjak tanggal 31 Juli lalu. Pergerakan wisatawan semenjak dibuka perharinya mencapai 2.000-2.500 orang.

"Semenjak dibuka pada tanggal 31 Juli lalu, wisatawan yang masuk ke Bali berdasarkan data dari bandara, rata-rata perharinya 2.000-2.500 orang yang datang," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa, melalui jumpa media via Zoom tiket.com, Rabu (12/8/2020).

Astawa juga mengungkapkan kesiapan Bali dalam menerima wisatawan. Mereka telah mempersiapkan segala hal sesuai dengan protokol kesehatan.

"Bali siap menerima kunjungan wisatawan karena Bali aman. Dalam 15 hari berturut-turut angka kesembuhan di Bali tinggi, mencapai angka 87 persen. Angka ini tinggi dibandingkan rata-rata nasional dan dunia, juga persentase meninggal juga kecil. Yang terpenting kami terus mensosialisasikan pada masyarakat untuk berdamai dengan Corona. Dalam artian jika memang harus memakai masker, ya kita pakai masker, sering cuci tangan dan kita pastikan pelaksanaannya terus disiplin," papar Astawa.

"Kami juga telah melakukan sertifikasi untuk semua aspek yang berhubungan dengan wisata, seperti hotel, restoran, bar, transportasi dan tempat wisata hingga sangat aman untuk wisatawan. Kami juga akan melaksanakan protokol kesehatan dan bekerjasama dengan polisi dan desa adat. Jika ada yang melanggar akan ada sanksi dari desa adat dan juga ada pecalang yang mengawasi penerapan protokol ini," tambahnya.

Seperti apa penerapan protokol kesehatan di Bali?

"Untuk menerapkan dan mengawasi kegiatan pariwisata di tengah pandemi, kami menyebar satuan tugas di tempat-tempat wisata. Serta melakukan pembatasan keramaian sesuai dengan kapasitasnya. Misalnya di pantai biasanya ada 1.000 orang, sekarang hanya 500 saja," terang Astawa.

Di tengah pandemi ini, tak hanya pantai saja yang ramai diincar wisatawan untuk menghabiskan waktu. Sekarang wisatawan ke Bali juga ramai berkunjung ke kebun raya.

"Wisatawan ramai ke pantai, danau dan juga ke kebun raya. Bali ini kecil, hingga masyarakat bisa pergi kemanapun, termasuk ke gunung. Sekarang wisatawan telah ramai ke kebun raya," tambahnya.

Terkait turis internasional, disebut bahwa Bali akan membuka penerbangan internasional pada 11 September. Namun Bali tetap mengikuti keputusan dari pusat. "11 September itu baru ancang-ancang saja. Tetap keputusan itu tergantung dari pusat. Sebelum kebijakan terhadap penerbangan internasional belum dicabut, kami juga belum akan membuka pintu untuk turis internasional. Kami mendukung kebijakan pusat dan yang jelas kami mempersiapkan diri untuk menyambut wisatawan," tutupnya.



Simak Video "Wisata di Bali yang Disukai Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA