Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Agu 2020 12:13 WIB

TRAVEL NEWS

Pandemi Momen Tepat Wisata Barcelona Lebih Ramah untuk Warga Lokal?

Femi Diah
detikTravel
Sagrada Familia Basilica di Barcelona.
Foto: Getty Images/iStockphoto/TomasSereda
Jakarta -

Wisata Barcelona babak belur dihantam pandemi virus Corona. Apa saja rencana mereka untuk membangkitkan industri tersebut?

Tahun lalu, kota berpenduduk 1,6 juta itu kedatangan hampir 30 juta pengunjung, termasuk pelancong one day trip dan sekitar 14 juta yang menginap. Pariwisata biasanya menyumbang lebih dari 12 persen dari PDB di Spanyol. PBB mencatat Spanyol menjadi salah satu negara yang paling banyak dikunjungi kedua di dunia pada tahun 2018 setelah Prancis.

Situasinya berubah 180 derajat kini. Biasanya, di musim panas seperti ini alun-alun Plasa Reial dipenuhi wisatawan. Tapi, kini hanya ada anak-anak bermain di bawah pohon palem. Mereka warga lokal.

Ingatan Gloria Gomez pun berlari ke masa kecilnya di tahun 1980-an, periode sebelum pariwisata membanjiri landmark Barcelona.

"Senang melihatnya tetapi pada saat yang sama juga sangat menyedihkan," kata Gomez, 53, seorang petugas di sebuah gedung di alun-alun kota tua, pekerjaan yang diwarisi dari ibunya.

Barcelona menjadi salah satu kota di Eropa yang terimbas signifikan oleh Corona. Tak diam saja, Barcelona sedang mendiskusikan perlunya mengubah model ekonomi untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk namun tetap bisa menggaet wisatawan.

"Ada perubahan total dalam strategi," kata Marian Muro, direktur Pariwisata Barcelona, sebuah konsorsium publik-swasta, menjelaskan pergeseran dari promosi umum kota dan dikutip Reuters.

Muro bilang Barcelona bakal mengubah strategi untuk dari semua untuk menggaet wisatawan sebanyak mungkin, secara kuantitas, menjadi kualitas. Selain itu, Muro menyebut akan membuat turis lebih respek kepada penduduk Barcelona.

Selain itu, Barcelona bakal menggali potensi pariwisata baru. Di antaranya, mempromosikan makanan lokal dan memanfaatkan teknologi serta menawarkan pelatihan agen perjalanan untuk memuaskan pengunjung China yang gemar belanja, serta Asia Tenggara, dan Amerika Serikat.

Taman GueliTaman Gueli Foto: Getty Images/iStockphoto/MasterLu

Mereka juga menuntut persyaratan kesehatan dari perusahaan pariwisata yang berlisensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjaga dari pandemi. Barcelona juga telah teken kesepakatan dengan Moskow untuk mempromosikan perjalanan akhir long weekend untuk budaya dan belanja.

Virus Corona Jadi Kesempatan Wisata Barcelona Berdamai dengan Warga

Sebelum pandemi virus Corona, warga lokal Barcelona sempat menyerukan antituris. Sebab, kedatangan wisatawan sudah berlebihan sehingga mengganggu warga lokal. Selain itu, harga rumah melonjak hingga muncul kekhawatiran wisatawan menciptakan daerah terlarang bagi warga lokal.

Saat itu, pemerintah kota menawarkan solusi untuk mencoba sejumlah langkah, seperti membatasi pembukaan hotel baru. Tapi, wacana itu menuai kritik dari sektor swasta.

Nah, saat ini mumpung kedatangan internasional, di bulan Juni merosot 98 persen dibandingkan tahun lalu, harapan untuk pulih pada Juli setelah berakhirnya lockdown buyar oleh kewajiban karantina dan peringatan larangan bepergian yang dikeluarkan oleh banyak negara karena berbagai wilayah di Spanyol, khususnya Barcelona, mengalami peningkatan infeksi.

Kurang dari sepertiga hotel Barcelona buka namun hanya 20 persen penuh di bulan Juli, dan pemerintah Catalan memperkirakan kerugian sektor pariwisata setidaknya 15 miliar euro di wilayah tersebut.

"Sektor ini perlu beradaptasi dan belajar menjadi lebih tangguh karena kemungkinan akan ada lebih banyak pandemi," kata Francesc Romagosa, kepala penelitian di sekolah pariwisata Universitas Otonomi Barcelona, mencatat bahwa ini adalah "momen yang tepat" untuk mendiversifikasi model pariwisata perkotaan .

Beberapa menginginkan perubahan yang lebih radikal.

Virus Corona dan Wisata Ramah Lingkungan

Maria Garcia, juru bicara kelompok lingkungan Ecologistes en Accio, menyerukan transformasi ke pariwisata berskala lebih kecil dan ramah iklim dan jauh dari apa yang dia gambarkan sebagai "ledakan gelembung" dari sektor yang didasarkan pada hipermobilitas, pekerjaan berbahaya, dan dampak perkotaan yang besar .

Garcia mengatakan pandemi virus Corona menunjukkan potensi gangguan dari perubahan iklim dan menyerukan berakhirnya subsidi maskapai penerbangan untuk mendukung pariwisata berbasis kereta serta regulasi harga rumah dan konversi toko wisata kembali menjadi toko lokal.

Ramon Gonzalez, pemimpin serikat CCOO di Catalan, mengatakan manufaktur harus diberi bobot ekonomi yang lebih besar, memperingatkan bahwa pariwisata mungkin tidak pulih hingga 2022.

Dampak virus terbukti di kawasan Gothic Barcelona yang dulu ramai, tempat puluhan toko suvenir tutup dan hotel terkunci dengan gembok dan rantai-rantai besar.

"Kami telah beralih dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya," kata Gomez dari Plaça Reial, yang sekarang merindukan kebisingan malam yang dulu dia benci: "Ini adalah keheningan yang buruk."



Simak Video "Barcelona Perkenalkan Winger Barunya, Pedri"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA