Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 16 Agu 2020 14:17 WIB

TRAVEL NEWS

Maldives Larang Warganya Liburan, Betulkah?

Bonauli
detikTravel
Maldives
Foto: Ilustrasi Maldives (iStock)
Male -

Maldives sudah menerima turis dari beberapa negara. Tak seperti negara lain yang mulai genjot wisatawan domestik, Maldives malah larang warganya liburan.

Negara-negara lain memulai pariwisata dari dalam negeri terlebih dahulu, sebut saja Jepang dan China. Setelah diketahui aman, barulah mereka membuka diri untuk negara-negara lain.

Maldives bisa dibilang cukup berbeda. Maldives sudah membuka diri sejak bulan Juli kemarin. Turis-turis yang datang pun kebanyakan dari Inggris dan Amerika Serikat.

Diketahui dari berbagai sumber, Kementerian Pariwisata Maladewa memperkenalkan peraturan baru untuk melarang warganya untuk liburan atau datang ke fasilitas wisata.

Rupanya keputusan ini diambil guna mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran kasus Corona yang diimpor dari turis ke masyarakat setempat.

Turis memang bisa masuk ke Maldives tanpa perlu karantina 14 hari dan tes PCR di bandara. Tapi turis tak diperkenankan untuk meninggalkan tempat menginap atau pulau. Lagi-lagi demi keamanan.

Para pekerja di fasilitas wisata pun harus menjalani karantina 14 hari sebelum pulang ke kampung halaman. Ini adalah strategi new normal yang dijalankan oleh Maldives.

Selain di ibukota, kasus Corona juga terkonfirmasi di beberapa pulau-pulau liburannya. Mulai dari Kelaa, Ihavandhoo dan Filladhoo di Haa Alif Atoll, Naivaadhoo di Haa Dhaalu Atoll, Hulhudhuffaaru dan Inguraidhoo di Raa Atoll, Kudarikilu dan Kamadhoo di Baa Atoll, Hinnavaru dari Lhaviyani Atoll , Maafushi dari Kaafu Atoll, Fulidhoo of Vaavu Atoll, Fuvahmulah City, dan Hithadhoo of Addu City.

Regulasi ini berkaitan dengan perhatian pemerintah akan masuknya gelombang kedua di Maldives. Menurut Badan Perlindungan Kesehatan ada 6 turis dan 9 karyawan resos yang positif Corona di 8 resor.

Secara keseluruhan, Maldives kini sudah mencatat 5.572 kasus. Maldives bahkan tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus harian tertinggi dunia. Sejumlah kasus baru masuk sejak perbatasan dibuka untuk turis.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA