Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 23 Agu 2020 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Tambrauw, Saingan Raja Ampat di Papua Barat yang Siap Bersinar

tambrauw
Peninggalan Perang Dunia di Tambrauw Foto: (Bonauli/detikTravel)
Jakarta -

Papua Barat tak hanya punya Raja Ampat sebagai potensi wisatanya. Ada juga kabupaten lain yang tak kalah menarik meski akses ke sana masih tergolong susah. Menurut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Rizki Handayani daerah itu adalah Kabupaten Tambrauw.

Kabupaten Tambrauw layak dikunjungi. Pantai serta pemandangannya tidak kalah menawan. Traveler juga bisa melihat burung cenderawasih di sini.
Tambrauw memiliki wisata tersembunyi yang terkenal akan keindahan pantai dan daratannya di kepala burung Papua seperti Pantai Werur, Tanjung Werbes, Meossu atau Pulau Dua, Sungai Wowei, dan Batu Kapal.

"Saya baru kembali dari Tambrauw sekitar 200 km dari Sorong, perjalanannya luar biasa adventure, tapi dia punya potensi besar termasuk diving di sana banyak sekali peninggalan Perang Dunia baik di bawah air, maupun di atas air," ujarnya dalam sebuah webinar yang diadakan Kemenparekraf seperti dilihat detikcom, Sabtu (22/8/2020).

"Daerah ini sangat pristine (murni) dan siap untuk bersama-sama dikembangkan. Hari ini saya hiking dan trekking untuk melihat cenderawasih, tapi perlu banyak perjuangan untuk mencapai ke sana. Untuk mencapai ke sana butuh 4 jam dengan kondisi beberapa km yang sangat seru sangat berlumpur, tanah liat," ujarnya.

Meski akses menuju Tambrauw relatif masih cukup susah, daerah Tambrauw ini punya potensi untuk wisata ke depan, dan ditunjang oleh pemerintah daerah yang sangat mendukung konservasi dan pariwisata ketimbang membuka daerahnya untuk kawasan pertambangan atau perkebunan.

"Bupatinya sangat concern pada konservasi, sudah ditetapkan jadi kabupaten konservasi. Di Papua kan banyak tambang, emas, mineral dan lain-lain, tapi beliau dari awal sudah menetapkan pariwisata sebagai yang utama, beliau tidak ingin hutan di sana hilang. Sudah banyak yang ingin buka tambang dan perkebunan sawit tapi beliau bertahan untuk tidak ke sana," pungkasnya.

(ddn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA