Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Agu 2020 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Bak di Film, Salju Rasa Cokelat Turun di Swiss

Putu Intan
detikTravel
Australia Kini Punya Akses Rekening Warganya di Bank Swiss
Salju di Swiss. (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Turun salju di negara empat musim sudah biasa. Namun apa jadinya jika salju yang turun itu bercampur dengan bubuk cokelat?

Itulah yang dialami penduduk di Kota Swiss yang terheran-heran saat halaman rumahnya dipenuhi partikel bubuk cokelat. Peristiwa itu terjadi karena malfungsi pada sistem ventilasi dari sebuah pabrik cokelat.

Dilansir dari Associated Press, Senin (24/8/2020) penyebab itu telah dikonfirmasi oleh Pabrik Lindt & Spruengli yang terletak di Olten itu. Kerusakan kecil terjadi pada ventilasi pendingin untuk jalur cacao nibs yang sudah dipanggang. Nibs di sini adalah bagian dari biji kakao yang ditumbuk menjadi lebih kecil untuk nantinya menjadi bahan dasar pembuatan cokelat.

Kerusakan mesin ditambah dengan angin kencang pada Jumat pagi, membuat bubuk cokelat itu menyebar di sekitar pabrik. Akhirnya pemukiman penduduk ditutupi bubuk cokelat halus.



Menanggapi peristiwa ini, netizen di media sosial tampak bersuka cita. Mereka juga berharap akan turun salju cokelat di halaman rumah mereka.

"Tolong buatkan salju cokelat pahit di New York..meskipun saya akan puas dengan cokelat susu ringan jika tidak ada lagi yang memungkinkan ...," kata seorang netizen.

"Oh andaikan saya tinggal di sana," kata netizen lainnya.

"Waktu yang tepat untuk membeli es krim sundae vanilla," ujar netizen yang punya ide menjadikan salju cokelat ini sebagai taburan es krimnya.

Sementara itu, pabrik tersebut telah menawarkan sebuah mobil pembersih untuk menyedot bubuk cokelat yang mengotori rumah penduduk. Mereka akan membayar seluruh biasanya tetapi masyarakat belum menerima tawaran tersebut.

Pabrik juga menjelaskan bahwa bubuk cokelat itu tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Mereka juga telah memperbaiki sistem ventilasi dan melanjutkan produksi seperti biasanya.



Simak Video "Uniknya Pohon dari Cokelat, Bekasi"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA