Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Agu 2020 07:41 WIB

TRAVEL NEWS

Bagi Orang Prancis, Merdeka Adalah Bisa Berjemur Telanjang Dada

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Young woman with long curly hair standing near the sea
Foto: Ilustrasi wanita topless di pantai (Getty Images/iStockphoto/sergio_kumer)
Paris -

Merdeka bagi setiap orang punya arti yang berbeda. Bagi orang Prancis, merdeka itu artinya mereka bisa berjemur di pantai dengan topless alias telanjang dada.

Berjemur telanjang dada ternyata masuk ke dalam prinsip 'kemerdekaan' alias Liberte yang dianut oleh orang-orang Prancis. Liberte, termasuk juga Egalite dan Fraternite adalah trinitas dasar yang lahir dari Revolusi Prancis dan jadi dasar negara tersebut sampai sekarang.

Lalu kenapa berjemur telanjang dada bisa masuk sampai begitu dalam hingga ke prinsip kemerdekaan warga Prancis? Rupanya ini masih ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu di Prancis.

Petugas kepolisian Prancis kedapatan memerintahkan para wanita menutupi bagian dada mereka saat berjemur di pantai Sainte-Marie-la-Mer di Prancis. Sontak peristiwa itu memicu kritikan dari banyak pihak.

Kelompok feminis, bersama dengan golongan nasionalis sayap kanan dan garis kiri pun bersatu untuk mengecam peristiwa tersebut. Mereka menuduh polisi yang melakukan tindakan tersebut terpengaruh kelompok Islam radikal.


Sampai-sampai, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengeluarkan pernyataan bahwa berjemur telanjang dada di pantai adalah salah satu bentuk kemerdekaan yang fundamental bagi warga Prancis.

"Kemerdekaan adalah aset yang sangat berharga. Wanita yang bertelanjang dada tidak boleh dicerca," kata Darmanin seperti dikutip dari media The Telegraph.

Kepolisian Prancis pun diminta untuk meminta maaf secara terbuka atas insiden tersebut. Salah satu saksi mata peristiwa tersebut, Maria Hebrard menyebut petugas polisi saat itu menghampiri wanita berumur 60 tahunan dan memberi tahu untuk menutupi dadanya saat berjemur.


Wanita itu pun merasa terganggu atas peringatan dari pihak polisi. Setelah polisi-polisi pergi, dengan ketakutan dia mencari atasan bikininya dan langsung memakai atasan itu.

"Jiwa feminis saya langsung keluar dan saya bertanya ke mereka, apakah berjemur telanjang dada di pantai termasuk pelanggaran terhadap kesopanan? Mereka malah meminta saya untuk move on," cerita Maria.

Menurut pihak kepolisian, mereka melakukan aksi tersebut karena mendapat permintaan dari satu keluarga yang merasa terganggu dengan si wanita yang berjemur di pantai dengan topless tersebut.

Sementara itu, menurut aturan hukum di Prancis, berjemur telanjang dada di pantai diizinkan, kecuali dilarang oleh peraturan hukum lokal. Namun di kasus Sainte-Marie-la-Mer, tidak ada larangan untuk berjemur telanjang dada, baik itu pria ataupun wanita.

"Insiden itu memalukan. Semua orang bebas untuk berpakaian atau pun tidak berpakaian sesuai dengan keinginan mereka," pungkas Aurelien Tache, anggota parlemen dari Partai Republik Prancis.



Simak Video "Aksi Oknum Polisi Sabhara di Bali Peras Turis Rp 1 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA