Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Agu 2020 12:18 WIB

TRAVEL NEWS

Dataran Tinggi Ijen Diusulkan Jadi UNESCO Global Geopark

Chuk Shatu Widarsha
detikTravel
Geopark Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur diusulkan masuk daftar UNESCO Global Geopark, Rabu (5/8/2020).
Foto: Kawah Ijen (Ardian Fanani/detikTravel)
Bondowoso -

Kabupaten Bondowoso mengajukan pegunungan Ijen dan Raung sebagai Global Geological Park (Geopark). Usulan resmi ini diajukan ke UNESCO mewakili Indonesia.

Dalam proyek ini, Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Banyuwangi. Dua kabupaten ini telah menyepakati usulan itu dengan nama Ijen Geopark. Selanjutnya akan diusulkan ke pemerintah pusat dan UNESCO, sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

"Pengusulan ke UNESCO ini dikirim secara resmi mewakili pemerintah Republik Indonesia," jelas Plt Kepala Dinas Parpora Bondowoso, Retno Wulandari, kepada detikTravel di kantornya, Kamis (27/8/2020).

Lebih jauh Retno menerangkan, dua kabupaten yakni Bondowoso dan Banyuwangi memang telah menyepakati kesepahaman, serta Pemprov Jatim yang telah ditandatangani Gubernur, untuk diajukan kepada pemerintah pusat dan UNESCO.


"Sekarang lagi proses untuk penyusunan dokumen aplikasi pengajuan geopark indonesia ke UNESCO. Bondowoso dan Banyuwangi, serta Pemprov Jatim," jelas Retno Wulandari.

Bahkan, dari nama yang sebelumnya hanya Geopark Banyuwangi kini sudah diubah menjadi Ijen Geopark. Cakupan wilayahnya juga semakin diperluas. Karena mencakup dua kabupaten, yakni Bondowoso dan Banyuwangi.

Geopark Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur diusulkan masuk daftar UNESCO Global Geopark, Rabu (5/8/2020).Geopark Ijen di Banyuwangi Foto: Ardian Fanani/detikTravel


Data yang dihimpun detikTravel menyebutkan, taman bumi atau Geopark Ijen, cakupannya meliputi 3 aspek. Yakni biodiversity, geologi, serta culture. Untuk Bondowoso ada 14 titik yang diproyeksikan untuk mendukung geopark tersebut.

Titik-titik tersebut di antaranya Kawah Ijen, Kawah Wurung, Air Panas Blawan, maupun Batu So'on untuk geologi. Juga ada kebun kopi, strawberry untuk biodiversity. Dan tari Ojhung, Singo Ulung, untuk aspek culture.


Adapun dasar Bondowoso memilih spot-spot yang diajukan ke UNESCO tersebut salah satu alasannya, karena tidak semua daerah memiliki peluang dan karakteristik sebagaimana disyaratkan konten dari geopark.

Sehingga, hal itu dapat menjadi momen tepat bagi Bondowoso dan Banyuwangi dalam mengakselerasi penguatan branding pariwisata di kancah internasional.

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA