Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 02 Sep 2020 11:18 WIB

TRAVEL NEWS

7 Hal yang Bisa Diresapi Saat Pertama Kali Naik Gunung, Mau Tahu?

Abu Ubaidillah
detikTravel
naik gunung
Foto: shutterstock
Jakarta -

Indonesia memiliki banyak sekali gunung yang indah, tak heran bila banyak traveler dari berbagai negara mencoba menaklukkan gunung yang ada #DiIndonesiaAja. Gunung dapat menjadi tempat yang tepat untuk detoksifikasi diri, membuang semua pikiran negatif dan me-refresh tubuh serta jiwa manusia.Ketika kamu memilih mendaki gunung, menyatu dengan alam, akan ada hal-hal unik yang pastinya bisa kamu rasakan.

Nah buat kamu yang pertama kali naik gunung, ketujuh hal ini pasti kamu rasakan, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Semakin Mencintai Alam

Naik gunung memang terasa melelahkan, namun hal tersebut tidak akan terasa ketika kamu lebih memfokuskan pada sensasi yang dirasakan, melihat pemandangan indah selama perjalanan hingga suara kicauan burung yang merdu. Saat merasakan sensasi ini, kamu akan memahami bahwa ada banyak hal menakjubkan yang belum pernah dirasakan.

2. Lebih Bersyukur

Setiap kali mendaki, akan ada pemandangan luar biasa yang dijumpai atau menemukan spot-spot yang belum pernah dilihat, kamu akan menyadari ternyata ciptaan Tuhan itu sungguh menakjubkan. Hal ini pun membuat rasa syukur dalam diri meningkat.

3. Lebih Bertanggung Jawab

Kadang, ada pendaki nakal yang meninggalkan sampah di jalan. Namun ketika kamu telah mencintai alam dan bersyukur atas ciptaan Tuhan, hatimu akan tergerak untuk bertanggung jawab menjaga lingkungan tetap lestari.

4. Semakin Bahagia

Semua aktivitas fisik yang dilakukan pada saat mendaki gunung akan melepaskan serotonin, yakni hormon kebahagiaan dalam dirimu. Pemandangan alam yang indah dan menyadari fakta kamu sedang jauh dari hiruk pikuk perkotaan akan membuatmu semakin tenang, berenergi, dan bebas dari rasa khawatir.

5. Pikiran Semakin Jernih

Sebelumnya mungkin kehidupanmu sangat sibuk, namun ketika memilih untuk mendaki gunung dan menyatu dengan alam, tekanan darah dan kadar kortisol dalam tubuh pun bisa diturunkan sehingga menghasilkan efek menenangkan pada otak. Pikiran pun akan menjadi semakin jernih.

6. Mudah Mengatasi Masalah

Mendaki gunung dipercaya dapat meningkatkan kreativitas seseorang, seperti ketika menemui jalan terjal, menghadapi masalah tak terduga, dan sebagainya membuat kamu harus selalu siap mencari solusi tepat untuk memecahkan masalah. Hal ini akan membantu otak tumbuh semakin kreatif.

7. Menemukan Jati Diri

Kapan terakhir kali kamu benar-benar berkonsentrasi untuk fokus pada apa yang kamu inginkan dan lakukan? Saat pendakian telah selesai, di atas puncak gunung, ini bisa menjadi momen tepat untuk kembali merenungi kehidupan dan menemukan jati diri. Oleh karena itu, cobalah mendaki sejumlah gunung yang ada #DiIndonesiaAja, khususnya gunung yang memiliki pemandangan indah, seperti Gunung Prau yang memiliki destinasi ciamik dengan latar Gunung Sindoro-Sumbing.

Objek wisata Gunung Prau yang telah dibuka kembali pada 3 Juli 2020 ini digemari banyak pendaki karena tak terlalu tinggi, yakni 2.565 mdpl dan memiliki pemandangan yang sangat indah.

Tak perlu khawatir soal protokol kesehatan, sebab wisatawan yang ingin mendaki Gunung Prau harus mematuhi syarat-syarat protokol kesehatan, seperti menunjukkan surat keterangan sehat dari puskesmas, masker, dan hand sanitizer. Selain itu terdapat pula pembatasan pendaki, yakni untuk basecamp Dieng hanya 250 pendaki, Patak Banteng 600 pendaki, Kalilembu 100 pendaki, Dwarawati 100 pendaki, Igirmranak 100 pendaki, dan Wates 250 pendaki.

Gunung PrauGunung Prau Foto: shutterstock


Selain itu, Gunung Papandayan juga dapat menjadi pilihan, terutama bagi yang ingin mengajak keluarga karena rutenya yang ramah untuk pemula. Meski mudah didaki, namun sensasi mendaki Gunung Papandayan seru untuk dinikmati, apalagi banyak pemandangan alam menakjubkan di kanan dan kiri.

Wisata Gunung Papandayan yang dibuka sejak 8 Juni 2020 lalu ini pun menerapkan protokol kesehatan bagi pendakinya, seperti wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. Pihak pengelola pun juga menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Gunung PapandayanGunung Papandayan Foto: shutterstock

Lalu ada pula Gunung Ijen yang patut dijadikan destinasi tujuan #DiIndonesiaAja. Objek wisata ini telah dibuka kembali di masa new normal dan di dalam Gunung Ijen terdapat kawah jernih berwarna biru yang sangat memukau. Dengan bias matahari, Kawah Ijen akan semakin memanjakan mata.

Sama seperti kedua objek wisata gunung sebelumnya, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen juga menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan. Seperti membatasi pengunjung, memakai masker khusus (N95 atau respirator) untuk mencegah COVID-19 dan asap belerang, mencuci tangan sebelum mendaki, dan mewajibkan pendaki dari luar Bondowoso dan Banyuwangi membawa hasil rapid test nonreaktif.

Kawah IjenKawah Ijen Foto: shutterstock


Jadi, sudah siapkah kamu mendaki gunung? Gak perlu jauh-jauh ke luar negeri, cukup #DiIndonesiaAja. Apalagi Indonesia dikenal memiliki banyak sekali gunung indah nan memukau.



Simak Video "Begini Prosedur Kesehatan Pariwisata di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA