Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Sep 2020 18:14 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Angin Muson Barat dan Timur Serta Dampaknya bagi Indonesia

Putu Intan
detikTravel
Topan Michael menghantam negara Bagian Florida, Amerika Serikat. Topan yang berkekuatan sangat besar itu telah meningkat ke badai kategori 4.
Ilustrasi angin. (Foto: Dok. Getty Images)
Jakarta -

Angin muson barat dan angin muson timur terjadi setiap tahun. Angin ini menyebabkan terjadinya musim penghujan dan kemarau di Indonesia.

Sebelum traveling, sebaiknya traveler memperhatikan kondisi cuaca. Misalnya pada saat musim penghujan, traveler dapat memilih destinasi wisata yang aman dari banjir dan tanah longsor serta menyiapkan payung dan jas hujan. Sebaliknya, saat musim kemarau, traveler dapat melancong dengan pakaian yang menyerap keringat, cukup minum, dan mengenakan tabir surya.

Namun, tahukah traveler bahwa musim-musim yang terjadi di Indonesia ini ada kaitannya dengan pergerakan angin? Angin yang berpengaruh ini adalah angin muson. Apa itu angin muson?

Angin muson atau disebut juga angin musim merupakan gerakan massa udara yang terjadi karena perbedaan tekanan antara daratan dan lautan. Sementara itu, di wilayah tropis, angin muson dipengaruhi perbedaan sinar matahari.

Besar kecilnya tekanan udara di suatu daerah itu dipengaruhi posisi matahari terhadap bumi. Posisi matahari itu dapat dipetakan menjadi 4, yaitu 23,5 derajat LU (21 Juni), khatulistiwa (23 September), 23,5 derajat LS (22 Desember), dan khatulistiwa (21 Maret).

Angin muson sendiri terbagi menjadi dua yaitu angin muson barat dan angin muson timur. Perbedaan keduanya terletak pada arah angin, waktu terjadinya, dan dampak yang dihasilkan angin tersebut.

Angin muson barat bertiup dari benua Asia ke benua Australia pada bulan Oktober hingga April. Ini terjadi karena tekanan udara di benua Asia lebih tinggi dibandingkan benua Australia.

Angin ini bertiup melewati Samudera Hindia sehingga banyak membawa uap air. Akibatnya, Indonesia mengalami musim penghujan.

Sebaliknya, angin muson timur bertiup dari Australia menuju Asia pada bulan April hingga Oktober. Hal tersebut terjadi karena tekanan udara di benua Australia lebih tinggi dibandingkan benua Asia. Angin ini hanya sedikit membawa uap air sehingga Indonesia mengalami musim kemarau.

Dengan adanya angin muson, terdapat beberapa dampak yang dirasakan Indonesia. Untuk angin muson barat yang menyebabkan musim penghujan, manfaatnya terasa di bidang pertanian, di mana kondisi air melimpah untuk pengairan.

Sedangkan dampak negatifnya adalah terjadi tanah longsor dan banjir di daerah tertentu. Selain itu, di bidang pelayaran, nelayan juga terganggu ketika angin muson barat memasuki Indonesia karena sering terjadi hujan deras yang membahayakan.

Kemudian untuk angin muson timur, kehadirannya menjadi masa yang tepat bagi masyarakat untuk berwisata, khususnya wisata alam. Nelayan juga lebih tenang melaut karena tak ada hujan lebat.

Sementara itu, dampak angin muson timur ini bisa berbahaya jika terjadi berkepanjangan. Musim kemarau di Indonesia selalu menjadi momok di sejumlah daerah. Biasanya akan terjadi kekeringan hingga kebakaran hutan.

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA