Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 17 Sep 2020 13:40 WIB

TRAVEL NEWS

Saat Kuda Lumping Menari Hingga ke Negeri Belanda

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Pementasan tari Kuda Lumping di acara Cultuurspoor Best
Foto: Pentas tari Kuda Lumping di Belanda (dok. KBRI Den Haag)
Best -

Lenggak-lenggok penari kuda lumping sampai juga ke negeri Belanda. Para penari ini pentas di ajang Cultuurspoor Best, Belanda.

Para penari dari Sanggar Tari Madaloka yang membawakan Tari Kuda Lumping, menghipnotis pengunjung acara Open Dag 2020 di pusat kegiatan masyarakat di kota Best atau yang biasa disebut dengan Cultuurspoor Best, pada 12 September 2020 lalu.

Gerakan mereka yang luwes dan dinamis, dipadu dengan warna-warni kostumnya, membuat para pengunjung tidak henti mengabadikan momen ini, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Open Dag merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan di kota-kota Belanda. Kali ini, KBRI Den Haag bersama dengan Kemendikbud RI menyambangi pusat kegiatan masyarakat di kota Best yang terletak di Selatan Belanda.


Selain memperkenalkan tari Kuda Lumping dari Jawa Timur, Tari Merak dari Jawa Barat juga dipertontonkan kepada khalayak pada kegiatan tersebut. Tidak lupa, suguhan Nasi Tumpeng disajikan untuk melengkapi pengalaman akan ragam budaya dan kuliner Indonesia.

Partisipasi Indonesia pada ajang Cultuurspoor Best ini sekaligus menandai dibukanya program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat dasar dan kursus tari tradisional Indonesia. Kedua program ini bisa diikuti secara gratis dan merupakan salah satu wujud dari diplomasi budaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui KBRI Den Haag.

Pementasan tari Kuda Lumping di acara Cultuurspoor BestFikri Cassidy memberi sambutan di acara Cultuurspoor Best Foto: (dok. KBRI Den Haag)


Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Den Haag, Fikri Cassidy menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Best dan Cultuurspoor Best yang telah mengintegrasikan kursus Bahasa Indonesia dan kursus tari tradisional Indonesia ke dalam program mereka.

"KBRI Den Haag akan terus mendukung dan menghadirkan program-program promosi kebudayaan Indonesia pada masa yang akan datang. Tidak hanya di kota Best, tetapi juga kota-kota lainnya di Belanda dengan didukung pula oleh program Rumah Budaya Indonesia (RBI) Den Haag," kata Fikri dalam keterangannya yang diterima detikTravel, Kamis (17/9/2020).

Apresiasi dan animo yang tinggi pun datang dari masyarakat Best disampaikan oleh Wakil Walikota Best, Ria van der Hamsvoord-Huijber dan Direktur Cultuurspoor Best, Ingrid van Beek dalam sambutannya.


Lebih lanjut disampaikan pula bahwa Open dag bertujuan untuk memberikan informasi kursus-kursus yang bisa diikuti oleh masyarakat setempat. Beberapa kursus yang biasanya tersedia antara lain kursus berbagai macam bahasa, kursus balet, teater, fotografi, dan lain sebagainya.

Setelah menikmati suguhan tarian dan kuliner, pengunjung juga dapat langsung mengikuti workshop tari Kuda Lumping di studio tari yang tersedia di tempat tersebut. Acara Open dag dan kedua kursus bertema Indonesia itu juga didukung oleh dua institusi yang dimotori oleh masyarakat dan diaspora Indonesia di Belanda, yaitu Stichting Hibiscus dan Sanggar Tari Madaloka.

Dalam waktu dekat, KBRI Den Haag berencana merealisasikan kegiatan yang sempat tertunda karena Covid-19, yakni memasukkan BIPA menjadi bagian dari kegiatan ekstra kurikuler di Heerbeeck College Best dan Stedelijk College Eindhoven.



Simak Video "Mengenal Lebih Dekat Budaya Negeri Matahari Terbit, Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA