Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Sep 2020 07:31 WIB

TRAVEL NEWS

Ang Rita Sherpa, Pencetak Rekor Mendaki Everest Tanpa Oksigen Meninggal

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Puluhan pendaki sakit di puncak Gunung Everest
Gunung Everest Foto: BBC Magazine
Kathmandu -

Pendaki legendaris Everest, Ang Rita Sherpa meninggal dunia pada usia 72 tahun. Pria yang dijuluki macan tutul salju (Snow Leopard) itu terkenal karena sanggup mendaki Gunung Everest 10 kali tanpa bantuan oksigen, sesuatu yang sangat langka dilakukan pendaki.

Rekor dunia itu tercatat dalam Guinness World Records pada tahun 2017. Guinness mengakui Ang Rita sebagai satu-satunya orang di dunia yang telah mendaki Gunung Everest 10 kali tanpa tangki oksigen, antara 1983 dan 1996. Rekor itu masih bertahan sampai sekarang. Dia juga mencapai pendakian musim dingin pertama di gunung setinggi 8.848 m (29.028 kaki) tanpa oksigen tambahan pada tahun 1987.

Mengutip BBC, dia pertama kali mencapai puncak gunung tertinggi dunia itu pada tahun 1983. Keluarganya mengatakan dia meninggal di ibu kota Nepal, Kathmandu pada hari Senin. Dia menderita penyakit otak dan hati. Kematiannya digambarkan sebagai kerugian besar bagi Nepal dan komunitas pendaki.

Pendaki legendaris Everest, Ang Rita Sherpa meninggal dunia pada usia 72 tahun. Pria yang dijuluki macan tutul salju (Snow Leopard) itu terkenal karena sanggup mendaki Gunung Everest 10 kali tanpa bantuan oksigenAng Rita Sherpa memperlihatkan 2 rekor Guinness yang diterimanya Foto: BBC

Keahliannya mendaki Gunung Everest membuatnya mendapat julukan Snow Leopard. Rekan pendaki memberi penghormatan kepadanya setelah berita kematiannya tersebar pada hari Senin.

"Dia aktif seperti macan tutul salju di pegunungan dan itu unik," kata Ang Teshring Sherpa, pendaki gunung veteran Nepal dan mantan presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal.

"Itulah mengapa persaudaraan pendaki gunung memutuskan untuk memberinya gelar macan tutul salju sebagai suatu kehormatan," ujarnya.

Menurut sebuah laporan, jenazah Ang Rita telah dipindahkan ke sebuah biara di Kathmandu dan akan dikremasi akhir pekan ini. Sherpa sendiri merupakan kelompok etis dari wilayah Himalaya yang aslinya dari Tibet. Tetapi bagi banyak orang di luar Nepal, kata 'Sherpa' kini identik dengan mereka yang bekerja sebagai pemandu gunung.

(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA