Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Sep 2020 11:04 WIB

TRAVEL NEWS

Ingat, Kalau Nanti Liburan Lagi, Jangan Pamer Boarding Pass di Medsos

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
PHILADELPHIA, PA - NOVEMBER 26: Noel Grayson of Chesterbrook, Pennsylvania takes his boarding pass from a kiosk at Philadelphia International Airport November 26, 2014 in Philadelphia, Pennsylvania. Grayson was traveling to Asheville, North Carolina. A winter storm causes travel delays at the airport on the eve of Thanksgiving. (Photo by William Thomas Cain/Getty Images)
Ingat boarding pass jangan dipamerkan di media sosial Foto: Getty Images
Jakarta -

Mungkin orang saat ini menahan diri untuk liburan. Tapi nanti kalau sudah bisa liburan lagi ada satu hal yang penting diingat. Jangan umbar-umbar foto boarding pass di platform media sosial.

Di Indonesia sendiri sudah bukan hal asing untuk membagikan sukacita berkumpul bersama kerabat dan keluarga melalui media sosial. Kini media sosial sangat menjadi kebutuhan sehari-hari.

Media sosial menjadi instrumen sangat ampuh sebagai tempat bagi orang-orang untuk berbagi perjalanan liburan mereka. Dalam beberapa kasus, banyak orang-orang yang senang membagikan boarding pass mereka di media sosial sebagai pemberitahuan secara publik atas partisipasinya dalam merayakan momentum besar.

Posting Boarding Pass Bisa Jadi Mimpi Buruk

Sementara banyak orang berpikir bahwa memposting gambar boarding pass ke jejaring sosial adalah cara yang bagus untuk unjuk diri, nyatanya hal tersebut juga bisa menjadi langkah menuju mimpi buruk.

Karena banyak orang memasang foto tersebut di bawah pengaturan publik, mereka berpikir tentang hak-hak unjuk diri dan bukan informasi berharga di dalam gambar tersebut yang dapat digunakan oleh seseorang dengan niat jahat. Selain dari nama dan tujuan, boarding pass Anda mencakup beberapa informasi sensitif, yang jika dilihat sekilas tampaknya tidak bermanfaat bagi siapa pun, kecuali
staf bandara.

Informasi pada boarding pass juga termasuk dalam screenshot tiket, konfirmasi pemesanan yang diperoleh melalui aplikasi seluler dan terlebih lagi, email. Apabila Anda cenderung menggunakan kata sandi yang lemah, siapa saja yang secara diam-diam membaca email tersebut dapat memperoleh akses ke data ini.

Lalu adakah data lain yang termasuk dalam boarding pass? Untuk permulaan, bisa seperti informasi mengenai seberapa loyalitas Anda pada maskapai penerbangan atau kartu frequent flyer. Nomor atau nama pemegang kartu, dalam beberapa kasus, memungkinkan bagi orang asing untuk masuk ke profil pribadi Anda di situs web maskapai untuk melakukan check-in online.

Bagian kedua dari data penting yang tersembunyi pada boarding pass Anda adalah Passenger Name Record, atau dengan singkat disebut PNR. PNR adalah kode reservasi, yang berfungsi sebagai pengenal unik penumpang dalam sistem reservasi komputer. Ini termasuk data rute dan semua yang bepergian bersama Anda. Jadi, jika perjalanan dilakukan bersama dengan keluarga, Anda akan berbagi PNR yang sama.

PNR juga termasuk informasi tentang tarif, serta informasi pembayaran (seperti nomor kartu kredit). Dalam beberapa kasus, berikut adalah informasi aktif yang berada di dalam PNR: nomor telepon penumpang, detail akomodasi di negara tujuan, tanggal lahir, dan data paspor. Jika Anda mempertimbangkan lebih jauh, informasi tersebut adalah data yang sangat berharga.

Kalau Mau Nekat Posting, Samarkan Barcode

Territory Channel Manager Kaspersky Lab APAC Dony Koesmandarin mengatakan media sosial kini memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi esensi liburan kini tidak hanya untuk berkumpul bersama kerabat namun juga membagikannya kepada publik.

"Contoh membagikan boarding pass di media sosial adalah hal yang sangat sering kita temui bahkan di Indonesia sendiri. Ini dilakukan di bawah kesadaran pengguna yang awalnya mungkin hanya berniat untuk menunjukkan kepada orang bahwa mereka sedang berpergian, oleh karena itu hendaknya jika memang masih ingin membagikannya di media sosial akan lebih baik untuk menyamarkan kode barcode, nama, e-mail dan informasi penting lainnya, namun lebih baik lagi jika Anda dapat membagikan momen perjalanan hanya saat tiba di
tempat tujuan dan merasakan liburan yang nyaman," ujarnya.

(ddn/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA