Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Okt 2020 17:23 WIB

TRAVEL NEWS

Ketemu 1 Hiu Saja Syukur, Bagaimana Ratusan Ribu Hiu untuk Vaksin?

Bonauli
detikTravel
Ilustrasi hiu
Ilustrasi hiu (Getty Images/iStockphoto/bennymarty)
Jakarta -

Kini para aktivis pencinta lingkungan sedang uring-uringan. Di tengah pandemi ada wacana yang beredar kalau vaksin Corona akan dibuat dari minyak hati ikan hiu.

Shark Allies, sebuah kelompok yang berbasis di California, memperkirakan sekitar 250 ribu hiu akan dibunuh apabila populasi dunia menerima satu dosis vaksin Covid-19 yang mengandung minyak hati hiu. Jika dua dosis vaksin diperlukan untuk populasi global, maka jumlah hiu yang jadi tumbal vaksin ini akan meningkat menjadi setengah juta.

Namun hal ini bisa dibilang tidak masuk akal. Hiu adalah hewan yang soliter sejak lahir. Mereka bahkan saling memangsa sejak dalam kandungan.

Keberadaannya di alam pun sulit ditemukan. Nyatanya, ketemu hiu satu ekor saja susahnya setengah mati. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ria Qorina Lubis, penyelam, fotografer underwater sekaligus aktivis pecinta lingkungan, Greenpeace Indonesia.

"Kalau kita nyelam dan ketemu hiu itu artinya laut masih sehat. Ada predator utama," ujar Ria.

Begitu pula sebaliknya, ekosistem tanpa predator utama menandakan ketidakseimbangan atau rusak. Hiu sendiri berfungsi sebagai pemangsa biota-biota laut yang sakit agar tidak menularkan yang lainnya.

"Saya beberapa kali nyelam tapi nggak selalu ketemu hiu. Ketemu satu saja syukur, apalagi 500 ekor hiu," jawab Ria cepat.

Ria menambahkan bahwa dari total penyelaman yang pernah dilakukan, ada lebih banyak pengalaman tidak bertemu hiu. Apalagi hiu menghasilkan lebih sedikit anakan dari ikan lain.

Ria Qorina penyelam wanitaRia Qorina, penyelam wanita Greenpeace Indonesia Foto: (Ria Qorina/Istimewa)

"Nggak mungkin langsung ketemu segitu banyak juga," ungkapnya sambil tertawa.

Dari pengalamannya sebagai fotografer underwater, ada beberapa wilayah Indonesia yang masih lestari dengan keberadaan hiu. Namun tetap saja, sekali penyelaman tidak selalu membuahkan hasil. "Pernah lihat hiu di Derawan, Kaltim, Padang Bay, Nusa Penida dan Lombok. Tapi yang paling banyak itu ketemu baby shark di Tinabo, Takabonerate," ceritanya.

Ria berharap semoga isu vaksin COVID dari hiu ini tidak dibuat nyata. Pembunuhan hiu secara masal hanya untuk hal yang belum pasti akan membuat lebih banyak kerugian di masa depan."Semoga kita masih bertahan dan semoga ada cara lain yang lebih bijaksana," tuturnya lembut.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA