Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Okt 2020 16:35 WIB

TRAVEL NEWS

Yuk, Belajar Membatik Langsung di 5 Kampung Batik Ini

Faidah Umu Sofuroh
detikTravel
Batik
Foto: shutterstock
Jakarta -

Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang patut untuk dibanggakan. Tak hanya #DiIndonesiaAja, pesona batik bahkan sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara.

Sentra pembuatan batik di Indonesia memang berada di Solo dan Yogyakarta. Namun beberapa daerah lain juga memiliki tempat-tempat pembuatan batik. Bahkan masyarakat bisa belajar batik secara langsung dari pengrajinnya, lho. Menarik bukan?

Berikut ini ulasan mengenai 5 kampung batik yang bisa traveler kunjungi, sebagai rekomendasi wisata budaya yang bisa didatangi pascapandemi.

Kampung Batik Trusmi Cirebon

Kampung Batik Trusmi merupakan pusat industri batik di Cirebon sekaligus sebagai tempat wisata kuliner. Kampung ini terletak di Plered, Cirebon, sekitar empat kilometer di sebelah barat Kota Cirebon. Pengrajin batik di desa Trusmi dan sekitarnya kurang lebih berjumlah kurang lebih dari 3000 tenaga kerja asli perkampungan tersebut. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)Perajin batik Desa Trusmi (Foto: dok. detikcom)

Provinsi Jawa Barat juga memiliki sebuah kampung batik yang menarik untuk dikunjungi, yakni Kampung Batik Trusmi yang berada di Cirebon. Kampung Batik Trusmi memiliki lebih dari 3.000 perajin batik yang bisa mengajari traveler cara membatik. Batik Cirebon merupakan golongan batik pesisir, tapi sebagian juga masuk ke dalam golongan batik keraton.

Cirebon memang memiliki dua buah keraton yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Berdasarkan sejarah dari dua keraton ini, muncul beberapa desain batik Cirebonan klasik yang hingga sekarang masih dikerjakan oleh sebagian masyarakat Desa Trusmi.

Beberapa desain tersebut di antaranya seperti mega mendung, paksi naga liman, patran keris, patran kangkung, singa payung, singa barong, banjar balong, ayam alas, sawat penganten, katewono, gunung giwur, simbar menjangan, simbar kendo, dan lain-lain.

Selain menjadi sentra batik di Cirebon, kampung ini juga dikenal sebagai destinasi wisata kuliner, lho. Jadi, setelah lelah belajar membatik maupun berbelanja batik, traveler bisa langsung mampir ke tempat makan yang ada di sekitar kampung untuk memanjakan lidah dan perut.

Jika traveler ingin berkunjung ke kampung batik ini, jangan lupa selalu terapkan protokol kesehatan di destinasi pariwisata. Selalu ingat 3M yaitu, memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Kampung Batik Laweyan Solo

kampung batik di soloSuasana di tempat pembuatan batik Laweyan (Foto: dok. detiktravel)

Destinasi kampung batik selanjutnya yang bisa dikunjungi adalah Kampung Batik Laweyan di Solo. Konon, industri batik di kampung yang memiliki luas 24,83 hektare ini sudah dimulai sejak 500 tahun lalu, lho.

Sejak abad ke-19 kampung ini memang sudah menjadi ikon batik Solo yang sangat terkenal. Tak tanggung-tanggung, saat ini, sudah ada sekitar 250 motif batik yang telah dipatenkan sebagai khas dari Kampung Batik Laweyan. Selain melihat mahakarya batik di Laweyan, traveler juga bisa ikut serta dalam paket wisata lokakarya membatik di kampung ini.

Tak cuma itu, aktivitas lain yang bisa dilakukan selama di Kampung Batik Laweyan adalah berkeliling sambil berfoto di berbagai bangunan bergaya arsitektur Jawa, Eropa, Tiongkok, dan Islam yang ada di kampung batik ini. Kampung Batik Laweyan memang memiliki sudut-sudut tersembunyi yang ternyata bisa dijadikan spot foto yang menarik.

Kampung Batik Laweyan ini harus masuk ke bucket list destinasi wisata yang wajib dikunjungi setelah pandemi nanti. Namun bagi traveler yang belum sempat berkunjung ke Laweyan tapi ingin membeli produk-produk batik tulis dan batik cap khas Laweyan ini, traveler kini bisa membelinya secara online karena beberapa perajin batik di Laweyan juga sudah memasarkan produk-produk mereka secara digital.

Sentra Batik Tulis Giriloyo Yogyakarta

Kampung batik GiriloyoPerajin batik tulis di Giriloyo Yogyakarta (Foto: dok. Ikhfan Yusuf Kurniawan/d'travelers)

Jika berbicara tentang kampung batik yang ada di Indonesia, maka wajib untuk menyebutkan sentra batik tulis khas keraton terbesar di Yogyakarta, yakni Sentra Batik Tulis Giriloyo. Hampir 90 persen penduduk di Giriloyo adalah perajin batik.

Ada banyak motif batik tulis klasik yang dibuat para pembatik yang berada tidak jauh dari komplek makam-makam raja dinasti Mataram Islam. Motif-motif itu di antaranya motif wahyu tumurun, sidomukti, semen romo, semen gurda, truntum, sekar jagad, tambal, kawung, parang gendreh dan parang kusuma.

Sama seperti di kampung batik lainnya, traveler juga bisa mendapatkan pengalaman membatik melalui paket wisata lokakarya yang disediakan di sini. Menariknya, karena letaknya berada di bawah kaki perbukitan Imogiri, suasana di dusun ini masih sangat asri dan tenang, sehingga belajar membatik di sini akan terasa berbeda dengan kampung-kampung batik lainnya.

Saat berkunjung ke Sentra Batik Tulis Giriloyo jangan lupa menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata, ya. Hal tersebut penting dilakukan karena untuk meminimalisir risiko penyebaran virus di kampung atau desa-desa.

Kampung Batik Semarang

Lorong Instagramable Kampung Batik di Semarang
Lukisan dinding di Kampung Batik Semarang (Foto: dok. detiktravel)

Dekat dengan kawasan Kota Lama membuat Kampung Batik Semarang menjadi destinasi yang wajib dikunjungi traveler saat berkunjung ke Kota Atlas ini. Sesampainya di kawasan Kampung Batik Semarang, traveler akan disambut oleh grafiti indah berwarna warni yang menggambarkan keragaman Indonesia dan batik.

Selain belanja batik untuk dibawa sebagai oleh-oleh, traveler juga bisa ikut belajar membatik di kampung ini. Meskipun berada di Semarang, koleksi batik yang ada di kampung ini tak hanya batik Semarangan tapi juga ada berbagai motif batik dari seluruh Indonesia.

Bagi traveler yang akan berkunjung ke Kampung Batik Semarang atau kawasan pariwisata lainnya di kota ini, jangan lupa tetap memperhatikan protokol kesehatan di destinasi pariwisata, ya. Kepedulian akan protokol kesehatan di destinasi wisata ini akan membantu meminimalisir risiko penularan virus di era pandemi.

Kampung Batik Kauman Pekalongan

Perajin batik di Kampung batik Kauman PekalonganPerajin batik di Kampung batik Kauman Pekalongan Foto: Kemenparekraf

Sentra batik lainnya di Jawa Tengah yang bisa traveler kunjungi adalah Kampung Batik Kauman yang terletak di Pekalongan. Di kampung ini, ada berbagai macam motif batik yang dihasilkan dari teknik membatik tulis, cap, maupun kombinasi keduanya.

Kampung ini tak hanya menjadi destinasi untuk traveler yang ingin berbelanja batik, tetapi juga sebagai pusat budaya. Sebab, di sini, traveler bisa belajar tentang sejarah batik, hingga mencoba membuat batik sendiri dengan bimbingan langsung para perajinnya.

Batik Jawa khas Pekalongan ini sedikit berbeda dengan batik yang diproduksi di Solo atau Yogyakarta. Batik Pekalongan biasanya menggunakan warna-warna cerah khas batik Pantura. Gradasi beberapa warna cerah memberikan kesan yang sangat unik.

Bagi traveler yang ingin belajar membatik di Pekalongan, jangan lupa untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan di destinasi wisata. Selalu kenakan masker, menjaga jarak aman saat berinteraksi dengan orang lain, dan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Dengan penerapan ketat protokol kesehatan di destinasi wisata, maka traveling di tempat wisata termasuk kampung batik ini akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Itu dia 5 kampung batik yang ada #DiIndonesiaAja dan wajib banget dikunjungi setelah pandemi ini berakhir. Wisata budaya di Indonesia memang tak ada habisnya, ya.

Nah, bagi kamu yang ingin mengekspresikan kecintaan terhadap batik, kamu bisa ikuti kontes #BatikItuAsyik melalui sosial media Instagram dan Tiktok.

Adapun periode kontes #BatikItuAsyik berlangsung mulai dari 2 Oktober - 16 Oktober 2020. Untuk informasi lebih lengkap terkait syarat dan ketentuan pendaftaran kontes ini bisa dilihat di sini.



Simak Video "Pamor Batik dan Identitas Indonesia yang Mendunia "
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA