Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Okt 2020 20:08 WIB

TRAVEL NEWS

Ratu Langit Berguguruan, Kini Giliran B747 British Airways

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
A British Airways Boeing 747 passenger aircraft prepares to take off as passengers wait to board a flight in Cape Town International airport in Cape Town, South Africa, January 12, 2018. Picture taken January 12 2018. REUTERS/Hannah McKay
Boeing 747, Ratu Langit milik British Airways (Foto: REUTERS/Hannah McKay)
London -

Era pesawat berbadan lebar untuk penumpang semakin menemui titik akhir. Kini giliran pesawat jumbo B747 terakhir milik British Airways (BA) yang dihentikan operasinya.

Mengutip pemberitaan CNN, British Airways memensiunkan pesawat Boeing 747 terakhirnya pada Kamis kemarin. Ada dua pesawat terakhir dan itu masih dalam layanan dari Bandara Heathrow London.

Keputusan pedih ini adalah efek yang dibawa oleh pandemi virus Corona. BA mengatakan bahwa pesawat jumbo yang diistirahatkan berdesain Negus dan Chatham Dockyard.

Keduanya terbang satu demi satu dari landasan pacu 27R Heathrow.

Salah satu pesawat, G-CIVY, berputar balik di atas landasan sebelum terbang ke St. Athan, Wales, untuk dipensiunkan. Lainnya, G-CIVB, akan disimpan di Kemble, Inggris.

Pada bulan Juli, maskapai Inggris itu mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan armada 747-nya. Keputusan ini adalah efek yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 pada sektor maskapai dan penerbangan.

B747 dikenal sebagai 'Queen of the Skies' dan populer di kalangan pecinta dunia penerbangan. Pesawat jumbo buatan Boeing ini tidak lagi disukai dalam beberapa tahun terakhir karena maskapai penerbangan beralih ke pesawat penumpang kecil yang lebih efisien.


BA mengatakan pihaknya sudah dengan perlahan menghentikan B747. Mereka secara bertahap mengistirahatkan pesawat yang haus bahan bakar untuk membantu memenuhi komitmen nol karbon pada tahun 2050.

BA sudah menyegarkan interior kabin B747 miliknya dalam sebuah pernyataan di bulan Juli. Perusahaan berharap pesawat Ratu Langit dapat beroperasi selama beberapa tahun lagi, tapi nasib berkata lain dan ia telah terbang di layanan komersial terakhirnya.

British Overseas Airways Corporation (BOAC), salah satu pendahulu BA, mengoperasikan B747 dalam rute penerbangan London ke New York pertamanya pada tahun 1971. Pada Juli 1989, BA menerbangkan 747-400 pertamanya, model yang sama dengan penerbangan saat ini, ke angkasa .

Pesawat aslinya, B747 memiliki 27 kursi first class dan 292 kursi ekonomi, memiliki dek lantai dua yang berisi ruang tunggu. Pesawat tersebut merupakan pesawat komersial terbesar di dunia hingga digeser oleh Airbus A380 pada tahun 2007.

Pesawat ini juga merupakan rumah bagi kursi tempat tidur datar (flat bed seat) pertama British Airways. Kursi itu diperkenalkan pada tahun 1999.

"Ini bukan cara yang kami inginkan atau harapkan untuk mengucapkan selamat tinggal pada armada pesawat 747 kami yang luar biasa. Ini adalah keputusan yang menghancurkan hati," kata Alex Cruz, ketua dan CEO BA, pada bulan Juli setelah pengumuman pensiun.

"Hari ini adalah tonggak emosional dalam pensiunnya armada Boeing 747 kami karena ini adalah kesempatan terakhir kami untuk melihat Ratu Langit berangkat dari rumah kami di Bandara Heathrow," kata Cruz, Kamis.

"747 telah memainkan peran besar dalam sejarah 100 tahun kami, membentuk tulang punggung armada kami selama lebih dari 50 tahun. Saya tahu saya berbicara atas nama pelanggan kami dan ribuan kolega yang telah menghabiskan sebagian besar karir mereka bersama mereka ketika saya mengatakan kita akan merindukan melihat mereka menghiasi langit kita," tambahnya.

Penerbangan terakhir Boeing 747 British Airways disiarkan langsung di halaman Facebook maskapai pada Kamis kemarin.

(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA