Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 10 Okt 2020 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Penerbangan Diprediksi Pulih 2024, Bagaimana Nasib Calon Pilot?

Putu Intan
detikTravel
Ilustrasi aktivitas pilot/Istimewa
Foto: Ilustrasi aktivitas pilot/Istimewa
Jakarta -

Para siswa sekolah pilot juga kena imbas pandemi COVID-19. Nasib mereka tak jelas seiring prediksi dunia penerbangan yang baru pulih 2024.

Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto, mengemukakan industri penerbangan di Indonesia kini sedang terpuruk menyusul minimnya jumlah penerbangan baik domestik maupun internasional sebagai akibat kebijakan mencegah penyebaran COVID-19.

Selain berdampak pada karyawan penerbangan yang saat ini bekerja, nasib malang juga akan dialami para calon pilot atau pilot baru. Hal itu ia ungkapkan dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable: Transportation Perspective yang dilaksanakan pada Jumat (9/10/2020).

"Tidak mungkin pemerintah memberikan fasilitas kepada pilot yang baru lulus atau pilot yang baru terbang sebentar dan berhenti program trainingnya," kata Bayu.

Bayu menceritakan dampak seperti ini sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut realita pilot menganggur juga pernah terjadi sembilan tahun lalu.

"Jadi harus sabar menunggu atau misalnya pindah profesi," ujar Bayu.

Ia mencontohkan di Australia, pilot-pilot maskapai Qantas juga beralih profesi untuk bertahan hidup. Ini dilakukan sebab maskapai tersebut sudah memutuskan grounded sampai tahun 2024.

"Jadi pilotnya kebanyakan pindah profesi atau ada yang kerja sebagai part time di instansi pemerintah. Artinya, mendapatkan pendapatan minimum untuk bisa bertahan," kata dia.

"Bagi para pilot, ini fakta, realitas. Bukan hanya pilot baru, pilot lama juga terdampak," ia menambahkan.

Pada 2017, detikcom pernah memberitakan lebih dari 1.000 lulusan sekolah pilot yang menganggur. Kala itu, Perkumpulan Institusi Pendidikan Penerbangan Indonesia (PIP21) mengatakan hal itu terjadi karena penyerapan keburuhan akan pilot di maskapai masih rendah.

Saat itu, Kementerian Perhubungan sudah berniat membatasi jumlah sekolah pilot dan mendorong 20 sekolah untuk merger sesuai kemampuan dan kesepakatan bisnis. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub Djoko Sasono mengatakan akan meningkatkan kemampuan para lulusan pilot pemula sebelum ditawarkan pada maskapai.

"Salah satunya dengan tes kembali pilot-pilot ini, kami ambil top 200-300 orang untuk ditambah keahliannya, baru akan ditawarkan ke airlines," kata dia.



Simak Video "Rusia Kembali Buka Penerbangan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA