Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Okt 2020 14:44 WIB

TRAVEL NEWS

Penerbangan Supersonik Tiba, Boom Luncurkan Pesawat XB-1

Pesawat supersonik Baby Boom atau XB-1
Baby Boom atau XB-1 (Foto: CNN)
Jakarta -

Penerbangan dengan pesawat supersonik seperti menemui titik terang. Pabrikan Boom Supersonic telah meluncurkan prototipenya, XB-1.

Mengutip pemberitaan CNN, lebih dari 50 tahun setelah pesawat supersonik pertama di dunia melakukan penerbangan perdananya. Start-up yang berbasis di Denver, Boom Supersonic, telah membuat sejarah dengan peluncuran XB-1.

Pesawat supersonik ini adalah yang pertama dan dikembangkan secara independen. Dijuluki Baby Boom, pesawat sepanjang 21,6 meter ini merupakan prototipe berskala 1: 3 dari jet komersial supersonik Overture yang akan meluncur di masa mendatang.

Overture digadang-gadang memiliki kecepatan maksimum Mach 2.2. Kecepatan itu membuatnya mampu terbang dari London ke New York hanya dalam tiga jam 30 menit.

XB-1, yang memiliki lebar sayap 6,4 meter, dilengkapi dengan tiga mesin J85-15, dirancang oleh General Electric. Mesin itu bakal menyuplai daya dorong lebih dari 12.000 pon, memungkinkannya terbang melebihi kecepatan supersonik.

Menurut tim di Boom, badan pesawat dibuat dari komposit karbon. Oleh karenanya, bahan ini memungkinkan pesawat mempertahankan kekuatan dan kekakuannya di bawah suhu dan tekanan tinggi di penerbangan supersonik.

Peluncuran XB-1 sangat dinantikan. Pesawat ini dirancang khusus untuk sebuah pembelajaran bagi Overture dan keberadaannya disiarkan langsung pada 7 Oktober dalam sebuah presentasi virtual.

Pesawat supersonik Baby Boom atau XB-1Pesawat supersonik Baby Boom atau XB-1 (Foto: CNN)

Meskipun waktunya mungkin terlihat tidak ideal, petinggi Boom Supersonic tetap yakin tentang masa depan pesawatnya. Saat Overture siap, pesawat itu akan ditempatkan di tempat yang tepat untuk menandai kembalinya penerbangan supersonik.

Perusahaan memperkirakan Overture bakal mengakomodir penumpang dalam sebuah penerbangan supersonik paling cepat pada tahun 2029. Itu jika berjalan lancar dan bakal menjadi pesawat pasca-pandemi pertama.

Overture nantinya bakal menawarkan pemandangan ynag luas berkat jendela pribadi yang besar di setiap kursi dan bertujuan untuk memberikan rasa ketenangan. Lainnya, membuat planet ini lebih mudah diakses.

Penerbangan supersonik terjangkau

Dirancang untuk menampung antara 55 hingga 75 orang, pesawat Overture akan fokus pada lebih dari 500 rute lintas samudera. Rute ini akan mendapatkan keuntungan dari kecepatan Mach-2.2 pesawat, Los Angeles ke Sydney akan dipotong menjadi delapan setengah jam.

Overture dirancang dengan teknologi pengurang kebisingan terbaru. Pesawat hanya akan terbang dengan kecepatan supersonik saat melintasi lautan, memastikan bahwa daerah berpenduduk tidak terpengaruh oleh ledakan sonik.

Pesawat prototipe akan menjalani program uji terbang netral karbon 100%. Ada pula proses uji ekstensif di darat sebelum terbang untuk pertama kalinya di Mojave, California tahun depan.

Pesawat yang memiliki label harga USD 200 juta ini telah mengumpulkan setidaknya USD 6 miliar pesanan di muka. Pembelinya termasuk Virgin Group dan Japan Airlines, yang menginvestasikan USD 10 juta pada tahun 2017.

Penerbangan supersonik telah sangat lama ditunda sejak Concorde berhenti terbang pada tahun 2003. Pihak Boom memastikan pesawat supersoniknya akan datang dengan seaman mungkin.

"Ini rumit dan penting untuk keselamatan. Kami sedang membangun salah satu mesin paling rumit dan penting untuk keselamatan yang pernah dibuat oleh manusia dan kami mengambil tanggung jawab itu dengan sangat, sangat serius," kata Blake Scholl, Founder & CEO Boom Supersonic.

Ketika Overture oleh Boom Supersonic diluncurkan dalam dekade berikutnya, harganya mungkin akan menjadi sekitar 75% lebih murah daripada Concorde. Atau, harga tiketnya serupa dengan kelas bisnis saat ini.



Simak Video "Penampakan Pesawat Kargo yang Tergelincir di Bandara Yuvai"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA