Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 16 Okt 2020 17:45 WIB

TRAVEL NEWS

Peru Juga Buka Gerbang Udara Internasional

Syanti Mustika
detikTravel
LUCMABAMBA TO AGUAS CALIENTES, PERU - JULY 2007: The trek ascends the Patallacta pass (2700m) while still in the cloud forest, Lucmabamba Peru, 01 July 2007.  We see young trekkers travelling on a budget trek down to Aguas Calientes on their way to see Machu Picchu. They are depicted as they see the first view of the back wall of the famous site. The trek continues down hill to the hydro-electric plant and man made-waterfall until the group comes to the train station from where they take a 30 minute ride to the town of Aguas Calientes. Later that day we visit Machu Picchu and see the ruins under a late afternoon sun. That night there is a full moon and we photograph Macchu Picchu under the moonlight in what must be a timeless centuries-old scene. The next morning the group walks around the ruins for an hour and witnesses tourists groups of all nationalites interacting around Macchu Pichu. Finally the group takes a Cuzco bound train on their way home.  (photo by Brent Stirton/Getty Images.)
Foto: Brent Stirton/Getty Images
Jakarta -

Sejak Maret, Peru menutup semua akses masuk ke negaranya, termasuk jalur udara. Peru mulai mengizinkan penerbangan internasional melintasi wilayah udara kini.

Diberitakan Lonely Planet dan dikutip detikcom pada Jumat (16/10/2020), Presiden Peru Martin Vizcarra mengumumkan akan mulai mengizinkan penerbangan ke kota-kota besar di tujuh negara Amerika Tengah dan Selatan. Itu meliputi Bolivia, Chile, Kolombia, Ekuador, Panama, Paraguay, dan Uruguay.

Kebijakan tersebut dilakukan meskipun Peru masih berada dalam keadaan darurat pandemi COVID-19. Peru masih menerapkan karantina dan menerapkan jam malam hingga akhir Oktober.

Dengan izin penerbangan itu, Peru bakal menerima penerbangan internasional pertama sejak ditutup pada bulan Maret lalu.

Penerbangan untuk ke Eropa akan dipertimbangkan segera, walau kasus di sana masih terus meningkat dan menghadapi gelombang kedua.

Peru juga belum membuka diri untuk warga dari semua wilayah dari tujuh negara itu. Sebagai gambaran, Chile masuk daftar untuk masuk Peru, namun Peru hanya khusus mengizinkan warga Chile yangn memasuki Peru, bukan turis asing dari Peru.

Selain itu, Peru menerapkan protokol kesehatan ketat kepada mereka yang akan traveling ke sana. Wisatawan harus menunjukkan bukti tes PCR negatif yang diambil tidak lebih dari 72 jam sebelum penerbangan mereka.

Penumpang juga harus menandatangani pernyataan yang setuju untuk mematuhi karantina wajib selama 14 hari dan mengonfirmasi bahwa mereka bebas dari gejala.

Kemudian, saat meninggalkan negara itu, pelancong wajib memiliki tes negatif dan tidak menunjukkan gejala. Wisatawan juga diharuskan mengenakan masker sejak dari bandara.

Saat ini, toko-toko di Peru diizinkan buka pada awal Oktober dengan kapasitas 60 persen. Begitu juga dengan restoran, saat ini dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen.

Agen perjalanan dan operator tur dapat memulai kembali bisnis mereka, tetapi bar dan bioskop masih tetap tutup. Situs wisata utama Peru, seperti Machu Picchu, tetap ditutup, namun warga sekitar bisa masuk dalam minggu ini.

Turis asing dijadwalkan untuk bisa mengunjungi Machu Picchu mulai bulan November.



Simak Video "Diprotes Besar-besaran, Presiden Peru Mengundurkan Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA