Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 16 Okt 2020 18:15 WIB

TRAVEL NEWS

Monyet Lucu di Karawang, Dulu Dibuang Kini Disayang

Putu Intan
detikTravel
Siapa sangka monyet lucu nan sehat di Karawang ini dulunya merupakan monyet terlantar yang dibuang manusia. Ada kisah panjang di balik penyelamatan primata tersebut.
Andi bersama monyet-monyet yang ia selamatkan. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Karawang -

Siapa sangka monyet lucu nan sehat di Karawang ini dulunya merupakan monyet terlantar yang dibuang manusia? Ada kisah panjang di balik penyelamatan primata tersebut.

Di tengah pemukiman penduduk di pinggiran Karawang, hidup delapan ekor monyet ekor panjang dan seekor beruk. Mereka bersembilan hidup di rumah milik Andiani, seorang pecinta satwa yang mengurus mereka.

Ketika detikcom mampir ke rumah itu, Rabu (13/10/2020) siang, monyet-monyet itu memberikan sambutan luar biasa. Mereka melompat-lompat dan berteriak seolah mengucapkan selamat datang.

Terlihat sehat dan terawat, Andiani yang akrab dipanggil Andi itu menceritakan bahwa dulunya monyet-monyet peliharaannya ini tak terawat. Monyet-monyet itu ia selamatkan dari kondisi yang memprihatinkan.

"Suatu hari saya bertemu George (salah satu monyet yang ia selamatkan) dari seorang penjual monyet, ketika saya dalam perjalanan pulang kerja. Dia (George) mau dijual ke topeng monyet, dimasukkan ke dalam keranjang buah," Andi bercerita.

"Saya kasihan, jadi saya ambil, saya beli. Nah itu awalnya saya tidak mengerti sama sekali cara untuk handlenya. Yang jelas saya merawat dia dengan baik, mengikuti kata hati saya saja," ujarnya.

Siapa sangka monyet lucu nan sehat di Karawang ini dulunya merupakan monyet terlantar yang dibuang manusia. Ada kisah panjang di balik penyelamatan primata tersebut. Andiani, seorang pecinta satwa yang mengurus monyet-monyet terlantar di Karawang. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Sebagai pecinta satwa, Andi mulanya hanya mengurus kucing-kucing terlantar atau satwa lainnya seperti otter. Namun berbekal hati yang tulus untuk merawat monyet, ia memberanikan diri untuk mengasuh George.

Andi mendidik George, memberikannya nutrisi dari makanan dan susu, serta mengajak George bersosialisasi dengan monyet lainnya. Andi mengatakan bahwa George ini dulunya amat kesepian dan tinggal bersama kucing sampai-sampai George menyusu juga pada kucing.

Sukses dengan George, Andi pun mencoba menemukan dan merawat monyet-monyet terlantar lainnya. Misalnya Piboi yang dulu bulunya dicukur habis. Lalu Monic yang dibuang karena pemiliknya menganggapnya kurang cantik, dan Bombom yang dianggap terlampau nakal.

"Bombom itu diselamatkan dari Taman Holis Bandung. Itu kondisinya ketika di taman benar-benar yang tidak terawat, kusut, kucel, bau, kurang makan, pokoknya sangat mengenaskan," ia bercerita.

"Awalnya yang saya dengar, dia itu punya orang. Masih kecil disayang, dirawat, umur 2 atau 3 tahun kan mulai nakal, dibuanglah ke taman. Sempat diambil lagi tapi dia (pemiliknya) tidak sanggup handlenya. Terus dibuanglah lagi di taman," katanya.

Siapa sangka monyet lucu nan sehat di Karawang ini dulunya merupakan monyet terlantar yang dibuang manusia. Ada kisah panjang di balik penyelamatan primata tersebut.Andiani, seorang pecinta satwa yang mengurus monyet-monyet terlantar di Karawang. Rifkianto Nugroho/detikcom)

Karena tak tega, Andi kemudian membawanya pulang. Saat itu Bombom begitu arogan karena selama di taman ia kelaparan dan berontak. Ia pun sering dilempari batu oleh anak-anak. Tapi, Andi berusaha untuk membuatnya lebih jinak dengan memberikan makanan cukup dan kasih sayang layaknya ibu kepada anak.

"Alhamdullilah di tangan saya, saya bisa membuktikan bahwa monyet yang tadinya galak dan tidak terawat bisa bersosialisasi dan beradaptasi dengan manusia," dia mengucapkan.

Orang-orang pun takjub dengan perubahan monyet-monyet terlantar tadi. Monyet-monyet itu sudah bersih dan tidak bau. Bahkan, monyet itu sudah bisa diajak jalan-jalan ke mall sampai pesta pernikahan.

Bagi Andi, kuncinya dalam merawat satwa itu adalah memiliki tujuan yang baik. Ia pun berharap bagi siapapun yang ingin memelihara satwa jangan tergiur dengan kelucuannya saja tetapi juga harus memikirkan dampak jangka panjangnya.

"Satwa dapat kita handle yang penting niatnya baik dan caranya tepat. Pelajari dulu dan pikirkan, kira-kira 10 tahun lagi masih bisa merawatnya atau tidak, dan akan di kemanakan setelahnya," kata dia.



Simak Video "Belajar Merawat Monyet Ekor Panjang dari Ahlinya"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA