Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Okt 2020 14:08 WIB

TRAVEL NEWS

Monyet-Monyet Lucu di Lopburi yang Mendadak Jadi Preman

Femi Diah
detikTravel
LOBPURI, THAILAND - FEBRUARY 16:  Monkeys eat fruit and peanuts given to them by tourists on the street in downtown Lopuri near the Phra Prang Sam Yot temple in on February 16, 2004, about 160 kilometers north of Bangkok, in Lopburi, Thailand. Hundreds of monkeys live in the monkey temple getting fed by both tourists and locals. (Photo by Paula Bronstein/Getty Images)
Monyet-monyet di Lopburi mulai bertindak lebih ganas belakangan ini. (Getty Images/Paula Bronstein)
Lopburi, Thailand -

Monyet-monyet di Lopburi, Thailand bisa hidup berdampingan dengan warga dan menjadi daya tarik wisatawan. Tapi, belakangan mereka menjadi 'preman'.

Jumat di bulan September merupakan hari pas buat jalan-jalan sore di Lopburi, salah satu kota tua di Thailand. Kota ini biasanya ramai dengan turis asing, namun saat pandemi COVID-19 cuma ada turis lokal.

Di kawasan itu hidup sekitar 4.500 monyet pemakan kepiting. Mereka berkeliaran di jalan-jalan ibu kota kuno itu. Sebagian besar tinggal di kuil monyet, Kuil Phra Prang Sam Yod, yang dibangun di badan ke-13.

Menariknya, monyet-monyet itu hidup berdampingan dengan warga sekitar. Keberadaan monyet itu dihormati karena dianggap keturunan Hanoman.

Tapi, belakangan monyet-monyet itu mulai menunjukkan sikap tidak ramah. Monyet-monyet itu merampas apa saja milik turis, bukan hanya makanan.

Narongporn Doodduem, direktur regional Departemen Taman Nasional dan Margasatwa Thailand, menyebut ada lonjakan spesies monyet sejak tahun 2018. Hingga akhir September 2020, terdapat 9.054 monyet di Provinsi Lopburi, dengan 4.635 ekor di antaranya tinggal di ibu kota dengan nama yang sama.

Narongporn mengatakan tidak mungkin untuk menyangkal bahwa lonjakan populasi dalam beberapa tahun terakhir telah berimbas kepada penduduk lokal. Monyet-monyet itu mulai menunjukkan perilaku yang berani.

Monyet-monyet itu menyerang rumah dan bisnis warga. Mereka juga mencuri barang, merobek apa saja, mulai dari wiper kaca depan mobil hingga layar jendela rumah, dan meninggalkan kotoran.

"Orang-orang bahkan tidak dapat menggunakan air hujan yang dikumpulkan dari atap mereka sendiri karena kotoran monyet, dan banyak juga yang tidak dapat bercocok tanam karena akan dihancurkan oleh monyet," kata Narongporn.

Pandemi virus Corona dinilai memperburuk masalah itu. Dengan Thailand yang saat ini tertutup untuk turis internasional, monyet di pusat wisata utama, yang dulu terbiasa dengan pesta sehari-hari, sekarang harus puas dengan makanan yang diberikan oleh penduduk setempat dan pelancong domestik akhir pekan.

Itu menyebabkan lebih banyak konfrontasi daripada biasanya, termasuk "perang geng" yang dipublikasikan pada bulan Maret lalu.

"Ada tiga kelompok utama monyet," jelas Manus Wimuktipan, sekretaris Yayasan Monyet Lopburi.

"Mereka tinggal di bioskop terlantar, dekat Hotel Muangthong setempat dan di kawasan Prang Sam Yod yang sering dikunjungi turis. Selain tiga geng utama ini, ada beberapa kelompok kecil yang tersebar di sekitar kota."

"Setiap kelompok melindungi wilayahnya dengan keras," katanya.

Salah satu penduduk lokal Pathitpan Tuntiwong, 63, menyadari tingkah monyet-monyet itu tak lain karena ulah manusia juga. Pathitpan yang lahir dan besar di kota itu tetap konsisten mmeberi makan monyet-monyet yang mendekati tokonya.

"Mereka telah diusir dari kawanannya," katanya.

"Kami telah mengambil habitat mereka, itulah mengapa masalah terus berlanjut," Pathitpan menambahkan.

"Populasi monyet meningkat pesat dan kini meningkat ke titik yang orang tidak tahan lagi. Saya telah tinggal di tempat ini selama lebih dari 60 tahun. Saya secara bertahap memberikan perlindungan agar mereka tidak masuk rumah dan terus beradaptasi," dia menjelaskan.

"Mereka hanya tidak tahu di mana mencari sumber makanan. Tidak ada pohon di sekitar, tidak ada sumber air. Kualitas hidup mereka buruk. Kami membantu semaksimal mungkin," ujar dia.



Simak Video "Belajar Merawat Monyet Ekor Panjang dari Ahlinya"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA