Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 17 Okt 2020 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Dituduh Selundupkan Kokain, Penumpang Ini Gugat Maskapai

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Ilustrasi Kokain
Foto: Ilustrasi kokain (iStock)
New York -

Seorang penumpang pesawat dituduh menyelundupkan kokain di dalam koper. Tak pernah memasukkan barang haram tersebut, dia menuntut maskapai.

Dikutip dari Fox News oleh detikcom, penumpang bernama Simeon Wilson baru saja merayakan ulang tahun ayahnya di Guyana saat mengambil tasnya di bagasi Bandara JFK, Amerika Serikat. Mungkin karena kelelahan, dia tak memperhatikan bahwa dasi yang biasa menempel di kopernya tak ada, ini menandakan bahwa barang bawannya tersebut telah dirusak.

Tak menyadari ada yang janggal, dia pun melakukan check in di Carribean Airlines. Petugas lalu menemukan kokain seberat 2.000 gram di dalam koper.

Wilson ditarik oleh agen Bea Cuka AS dan ditangkap. Padahal menurut klaimnya, dia tidak pernah menyentuh, menangani, menjual bahkan melihat narkoba seumur hidupnya. Dia mengaku tak memasukkan kokain ke dalam kopernya.

"Anda pergi berlibur, Anda tidak menyangka ada orang yang pergi dan merusak tas Anda," kata Wilson kepada The Post.

Sekitar 10 minggu kemudian, jaksa membatalkan dakwaannya setelah menentukan bahwa tas Wilson telah dirusak. Namun saat itu pula reputasinya di komunitas Queens Guyanese telah hancur, dia bahkan juga kehilangan pekerjaan. Karena itu, Wilson menuduh maskapai penerbangan tersebut telah melakukan kelalaian.

Sampai hari ini, Wilson sering ditarik oleh Bea Cukai di bandara karena namanya dicantumkan. Dia harus membawa bukti bahwa kasusnya sudah dibatalkan.

"Saya bepergian dengan tangan kosong. Saya tidak membawa koper sama sekali. Tidak ada yang bisa main-main dengan saya lagi," katanya.

Pengacara Wilson pun angkat bicara. Dia menuturkan keprihatinannya terhadap musibah yang dialami oleh Wilson atas kelalaian maskapai.

"Apa yang dialami Mr Wilson adalah cobaan berat dan dia harus diberi kompensasi atas kelalaian maskapai," kata pengacara Wilson, Amy Robinson.

Robinson juga pernah mencatat kasus penumpang bernama Roger Levans pada tahun 2020 yang menggugat salah satu maskapai Amerika Serikat, Delta Airlines. Seseorang diduga telah memasukkan narkoba ke dalam tasnya setelah dia menyerahkannya ke maskapai penerbangan.

"Ini sangat memalukan karena ini pernah terjadi pada penumpang lain sebelumnya," kata Robinson.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA