Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Okt 2020 08:29 WIB

TRAVEL NEWS

Ragam Masjid di Singapura Ini Akan Membantu Rencana Liburanmu Nanti!

Mustiana Lestari
detikTravel
Singapura
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih melanda berbagai belahan dunia. Bagi para traveler tentu ini menjadi masalah karena mereka tidak diperkenankan untuk bebas bepergian. Kendati demikian, jangan biarkan semangat traveling-mu padam karena yang patut disadari traveling bisa dilakukan kapanpun karena kesehatanmu adalah prioritas sekarang.

Nah, meski pandemi tidak ada salahnya untuk mulai merencanakan traveling-mu di masa depan. Kamu bisa memilih destinasi wisata terdekat dulu, seperti Singapura.

Banyak traveler muslim yang mengira traveling ke Singapura akan sulit mendapatkan makanan halal, termasuk beribadah. Hal itu karena latar belakang Singapura yang mayoritas merupakan etnis Tionghoa dan hanya sekitar belasan persen orang Melayu beragama Islam.

Padahal nyatanya, cukup mudah menemukan masjid-masjid di penjuru Singapura. Bahkan di antaranya mempunyai sejarah yang mengesankan serta menunjukkan eksistensi muslim Melayu sejak zaman dahulu. Jadi kamu bisa nyaman traveling dan berbelanja tanpa takut tinggalkan salat. Ini ulasannya. Saatnya Impian Menjadi Nyata #VisitSingapore.

1. Kampong Glam

Jika kamu sedang di Kampong Glam, jangan lupa sempatkan mampir ke toko parfum rumahan yang paling terkenal di Singapura, Jamal Kazura. Toko yang didirikan sejak tahun 1933 menawarkan aneka parfum yang beda dari biasanya. Selain toko parfum, singgah di Supermama yang merupakan galeri aksesori dan kerajinan bernilai seni, Menariknya, toko ini bermitra langsung dengan Jepang sehingga dihasilkan kombinasi kerajinan khas Singapura dan Jepang.

SingapuraJamal Kazura Foto:STB

Jika sudah waktunya salat, kamu bisa ke Masjid Sultan yang paling terkenal se-Singapura. Masjid dengan kubah berwarna emas ini rupanya menyimpan sejarah yang panjang dan mencerminkan persatuan warga Singapura.

Kabarnya masjid ini dibangun oleh masyarakat Jawa yang berdagang di Singapura pada era 1980-an. Di sini juga menjadi pemukiman awal masyarakat Indonesia dan Singapura. Dalam proses pembangunannya mereka juga bahu membahu dengan dana yang juga didukung oleh Inggris.

SingapuraMasjid Sultan Foto: Mustiana Lestari

Selain itu, banyak cerita menyebut bagian kubah masjid ini disusun oleh ratusan botol kecap yang merupakan sumbangan dari warga miskin tempo dulu. Tak heran, nilai persatuan di balik megahnya masjid ini menjadikan Masjid Sultan dinobatkan sebagai masjid rayanya orang Singapura.

2. Chinatown

Salah satu tempat yang bisa didatangi untuk berbelanja adalah Chinatown, yaitu suatu daerah pecinan yang kental dengan budaya China serta bangunan rumah dan budaya tradisional yang masih dipelihara. Selain berbelanja, wisatawan juga bisa menikmati aneka makanan yang dijual di sini. Berbagai makanan yang menggugah selera bisa kita temukan di sepanjang jalan, begitu juga dengan minuman.

Tapi jangan kulineran ya, jelajahi juga masjid sarat budaya di Chinatown yaitu Masjid Jamae. Sangat mudah menemukan masjid ini. Letaknya berada di sudut jalan South Bridge Road dan Mosque Street, hanya terpaut satu blok dari kuil Sri Mariamman yang terkenal.

Masjid Jamae tampil dengan warna dominan hijau. Sepasang menara suar 7 tingkat menyambut Anda di gerbang masuk masjid. Ada juga aksen-aksen miniatur gerbang istana, tepat di bagian atap gerbang. Gaya ini khas India Selatan.

Masjid Jamae dibangun oleh komunitas Chulua yang datang dari selatan India. Masjid yang juga disebut dengan masjid Chulia atau Kling ini telah ada sejak 1827 lalu dan dibangun kembali dalam bentuk seperti sekarang pada 1830. Masjid wakaf ini menjadi simbol kepedulian dan kepercayaan kepada masyarakat muslim.

SingapuraMasjid Jamae Foto: Mustiana Lestari

Masjid ini dibangun dengan arsitektur campuran dari Timur dan Barat mulai dari gerbang depannya yang sangat bergaya India. Sementara bagian dalamnya terdapat fitur neo klasik yang terinspirasi dari arsitek kolonial George Drumgoole Coleman yang juga merancang gedung parlemen, gedung Annex, dan Gereja Armenian.

3. Little India

Traveler suka berfoto atau melihat mural-mural artistik? Di Singapura, ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Tempatnya tersebar di beberapa wilayah, seperti Little India. Traveler bisa menemukan di dekat stasiun MRT Little India ada mural dengan tema sapi yang unik.

SingapuraMural di Little India Foto: STB

Sapi dilambangkan sebagai hewan suci masyarakat Hindu, kepercayaan mayoritas orang India. Maju sedikit ke deretan ruko yang menjual emas, ada juga beberapa spot mural. Ada mural yang menceritakan kehidupan masyarakat India. Ada juga yang menceritakan berbagai sudut Singapura yang lainnya.

Jika sudah puas dan hendak beristirahat sembari salat bisa datang ke Masjid Abdul Gafoor yang lekat dengan nuansa Arab dengan banyak ukiran dan kaligrafi di masjidnya.

Singapura Masjid Abdul Gafoor Foto: STB

Masjid ini dibangun pada 1859 yang mempunyai arsitektur unik dengan gaya mélange yaitu perpaduan India, Mongol, dan Eropa. Masjid ini sempat ditutup lalu dibuka kembali pada 1998. Dengan kapasitas 3.000 orang, masjid ini menawarkan kelas-kelas agama.

4. Orchard

Mengunjungi Singapura rasanya tak lengkap bila tak menghabiskan waktu di Orchard Road. Namun Orchard Road kini tak hanya sekadar untuk berbelanja. Ada hal menarik lain yang bisa dilakukan di ION Orchard misalnya, memiliki galeri seni yang bisa dinikmati oleh semua pengunjungnya. ION Art Gallery berada di lantai 4 ION Orchard. Selain itu, sensasi belanja yang berbeda juga bisa kamu temukan di tempat lainnya, seperti di Design Orchard yang mempunyai lebih dari 60 brands lokal bisa dibeli traveler sebagai buah tangan.

SingapuraNisma Bahanan di Orchard Foto: Mustiana Lestari

Tak ketinggalan Takashimaya dan Paragon yang juga menawarkan kafe yang membuat jelajah kuliner semakin kaya. Kalau sudah puas kamu bisa beristirahat sejenak sambil salat. Manfaatkan jembatan yang menghubungkan keduanya untuk mencari Masjid Al-Falah yang terletak dekat dengan Paragon.

Masjid Al Falaah terletak di jantung kota Singapura, Orchard, memang tidak memiliki bangunan ikonik dengan kubah di atasnya. Tetapi, cukup mudah menemukan Masjid ini.

Traveler tinggal menuju hotel Holiday Inn, tepat di sampingnya ada deretan ruko. Di situlah letak Masjid Al Falaah. Jemaah pria dan wanita dipisahkan dalam ruang dan sisi yang berbeda. Ruang salat untuk wanita besar dan bersih.

SingapuraNisma Bahanan di Masjid Al Falah Foto: Mustiana Lestari

Selain itu, berbagai fasilitas tersedia di sini, mulai dari pojok main anak, ruang menyusui dan sebagainya. Terlihat juga masjid ini ramai dengan aktivitas kajian dan majelis taklim. Bagi kalian yang sedang berbelanja di kawasan Orchard bisa mampir ke sini untuk salat, seperti yang hijabers selebgram Nisma Bahanan lakukan.

5. Clarke Quay

SingapuraSingapura Foto: Mustiana Lestari

Bagi kamu yang lagi ada di Clarke Quay, kamu bisa mampir di Funan Mall. Berbeda dengan mal lainnya, Funan Mall menawarkan pengalaman berolahraga di dalam mal, kamu bisa menjajal sepeda hingga wall climbing. Selain itu, ada juga beberapa toko instagramable yang bikin kamu betah berlama-lama di sini.

SingapuraMasjid Omar Kampong Melaka Foto: shutterstock

Kalau waktu salat tiba kamu bisa mampir ke Masjid Omar Kampong Melaka yang hanya berjalan sekitar 10 menit dari Funan Mall. Ini merupakan masjid tertua di Singapura yang didirikan pada tahun 1820. Kondisi masjid masih sangat bersih dan sepertinya sudah mengalami banyak renovasi.

Itulah deretan masjid yang membuat banyak pelancong terpukau karena kemegahan dan latar sejarahnya yang menarik. Masjid-masjid ini pun tetap hidup meski Singapura masih dihinggapi pandemi COVID-19.

Terhitung sejak 8 Juni lalu, masjid tersebut mulai dibuka lagi, namun dengan tetap mengedepankan protocol kesehatan. Dikutip dari laman straitnews, masjid tersebut juga memberlakukan jam operasional dan hanya boleh digunakan di waktu-waktu salat.

Juru bicara Islamic Religious Council of Singapore (MUIS) mengatakan pengunjung harus membawa kartu identitas mereka atau dokumen yang telah dipindai dalam SafeEntry system. Mereka juga diwajibkan untuk memakai masker, membawa perlengkapan salat mereka sendiri. Selain itu, untuk dapat salat berjemaah mereka harus mendaftar terlebih dahulu ke otoritas setempat karena masjid tidak beroperasi dengan kapasitas normal.

Diketahui gugus tugas khusus menangani kebersihan yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Masagos Zukifli, juga melakukan pembersihan menggunakan disinfektan pada ruang publik seperti masjid ini.

Masjid juga diharuskan menyediakan sabun pencuci tangan. Kewajiban mengontrol virus juga disyaratkan agar masjid tersebut mendapatkan sertifikasi SG Clean.

Gugus tugas SG Clean yang sudah dibentuk 22 Januari 2020 lalu tersebut merupakan wujud arahan Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Dia menekankan pentingnya kebersihan dan dalam memperlambat penyebaran COVID-19.

"Kami akan terus melakukan ini. Tapi kami juga perlu memperlambat penyebaran virus, dan itu berarti kami harus meningkatkan standar kebersihan. Standar kebersihan yang lebih baik harus menjadi garis pertahanan pertama kita," kata Lee.

Gugus Tugas SG Clean juga bekerja sama dengan 3.000 lebih pusat-pusat jajanan serta kedai-kedai kopi untuk sertifikasi kebersihan tersebut.

Hal yang sama dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan, transportasi publik, serta institusi pendidikan dan kesehatan. Setiap ruang publik akan mendapat tanda SG Clean setelah melalui proses diaudit dan mendapat sertifikasi kebersihan dengan indikator-indikator tertentu.

Nah, sudah lihat kan betapa seriusnya pemerintah Singapura menjamin kebersihan masjid megah yang tentunya buat kamu nyaman beribadah saat ke Singapura. Jadi di masa pandemi ini yang patut kamu ingat Liburan bisa menunggu, imajinasikan rencanamu. #KangenSingapura. Jangan hanya melihat-lihat, jadilah penjelajah #VisitSingapore



Simak Video "Teruntuk kamu yang #KangenSingapura "
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA