Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 25 Okt 2020 07:03 WIB

TRAVEL NEWS

Rumah Kayu Bersejarah di Siberia yang Hidup Segan Mati Tak Mau

Putu Intan
detikTravel
Autumn scene from around Tomsk, Russia
Foto: iStock
Tomsk -

Rumah kayu khas Siberia di Kota Tomsk merupakan bangunan bernilai sejarah. Sayangnya rumah-rumah di sana mulai ditinggalkan dan nasibnya tak jelas.

Sekitar 2.900 kilometer di timur Moskow, traveler akan menemukan Kota Tomsk, kota tertua di Siberia yang didirikan pada 1604 di tepi sungai Tom. Di sana berdiri ratusan rumah kayu yang bersejarah.

Dilansir dari AFP, Minggu (25/10/2020) jika dilihat sekilas, bangunan-bangunan di sana masih memperlihatkan eksterior berwarna cerah dan terawat. Tampak ukiran kayu rumit yang menghiasi bingkai jendela dan atapnya.

Namun sebagian bangunan lagi tampak mulai rusak karena bertahun-tahun ditinggalkan dan diabaikan. Beberapa di antaranya bahkan sedang dibongkar.

Hal ini tampak ironis mengingat kota tersebut memiliki contoh arsitektur kayu terbaik di Siberia. Sejarawan juga mengatakan, rumah-rumah kayu di sana memiliki masa depan yang tidak pasti. Belum lagi dukungan pemerintah yang begitu lambat dan lebih memikirkan kepentingan komersial, membuat rumah-rumah kayu itu kian terpinggirkan.

Sejarawan Sergei Maltsev mengatakan, banyak rumah kayu bisa bertahan karena penduduk dipaksa untuk tinggal di tempat yang sudah ada itu. Setidaknya terdapat 2.000 rumah bersejarah di kota berpenduduk 575.000 orang itu. Sementara yang dijadikan situs warisan budaya jumlahnya kurang dari 100 rumah.

Beberapa rumah menjadi mangsa bagi pengembang real estate yang kebijakannya setara dengan perintah wali kota.

Autumn scene from around Tomsk, RussiaRumah kayu Siberia. Foto: iStock

Perjalanan panjang rumah kayu di Siberia

Pada awal abad ke-20, Kota Tomsk menjadi pusat transportasi utama yang dilalui pedagang dalam perjalanan menuju Asia.

Saat itu, para pedagang, perajin, dan pandai besi membangun ratusan rumah dari kayu. Kala itu, kayu merupakan bahan yang harganya terjangkau dan menjadi simbol kesuksesan mereka.

Namun rupanya kemakmuran mereka tak bertahan lama. Pada tahun 1910-an, Tomsk tidak lagi menjadi ibu kota daerah tersebut. Pusat kegiatan dipindahkan ke Novonikolaeyvsk yang dijadikan perhentian jalur kereta api Trans-Siberia.

Daerah tersebut kemudian berganti nama menjadi Novosibirsk yang saat ini menjadi kota terbesar ketiga di Rusia. Novosibirsk juga menjadi pusat industri besar yang didominasi bangunan bergaya Soviet yang terbuat dari beton.

Pada 2016, sebuah proyek diluncurkan yang bertujuan untuk membangun zona pelestarian bersejarah di Tomsk di mana rumah-rumah kayu tidak dapat dihancurkan.

Namun inisiatif tersebut terbilang lambat untuk dijalankan meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin tahun lalu secara pribadi menginstruksikan pemerintah daerah untuk meningkatkan upaya konservasi.

Upaya lain yang dilakukan adalah dengan menyewakan rumah dengan harga simbolis yang syaratnya akan dikembalikan oleh penghuni barunya. Tapi itu belum berdampak signifikan. Program itu menyelamatkan kurang dari 10 rumah sejak diluncurkan 3 tahun lalu.

"Ini membutuhkan waktu lama dan hanya sedikit investor mengingat situasi ekonomi saat ini,"kata Maltsev.

Maltsev percaya, hanya kemauan politik yang dapat menyelamatkan rumah-rumah kayu itu. Sayangnya, Maltsev mengatakan tak ada 'bos besar' yang berasal dari Tomsk sehingga hal itu sulit dilakukan.

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA