Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Okt 2020 16:01 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Daerah Penghasil Emas di Indonesia

Tim detikcom
detikTravel
Indonesia peringkat tujuh penghasil emas terbesar dunia, berapa banyak sisa emas di bumi?
Foto: BBC Indonesia/Ini Daerah Penghasil Emas di Indonesia
Jakarta -

Indonesia masuk peringkat 7 penghasil emas terbesar di dunia. Data itu dilansir BBC dan berasal dari Dewan Emas Dunia yang dikeluarkan pada September 2020.

Logam emas berwarna kuning dan relatif lunak. Emas merupakan logam yang paling mudah ditempa dan memuai.

Emas dapat ditempa sedemikian tipis. Sebagai ilustrasi 120 ribu lembar yang ditumpuk memiliki tebal sekitar tidak lebih dari 1 cm.

Dari 1 gram emas dapat dibuat kawat sepanjang 2,5 km. Logam emas disebut juga logam mulia karena emas tidak bereaksi dengan oksigen dan tidak terkena korosi di udara. Emas juga tidak bereaksi dengan asam atau basa.

Lalu daerah mana saja penghasil emas di Indonesia?

Dalam buku praktis belajar Kimia untuk kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah program Ilmu Pengetahuan Alam oleh Imam Rahayu, Pasti Bisa Geografi untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation, dan buku Wahana IPS untuk kelas 4 SD oleh Tim Pena Cendekia disebutkan, xaerah penghasil emas di Indonesia antara lain di Meulaboh (Nangroe Aceh Darussalam), Bengkalis (Sumatera), Sambas (Kalimantan Barat), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Tembagapura (Papua), Cikotok (Banten), Logas (Riau), dan Rejang Lebong (Bengkulu), dan Gunung Pongkor (Jawa Barat).

Indonesia memproduksi emas dan perak secara teratur di pertambangan emas Cikotok, Jawa Barat. Produksi emas dan perak di Indonesia sebagian diekspor ke luar negeri. Sisanya digunakan di dalam negeri.

Sedangkan daerah pertambangan emas di Indonesia ada di Aceh Barat, Lampung Selatan, Lebak (Jawa Barat), Kalimantan Tengah, dan Bengkulu, dan Gasberg (Papua).

Selain dari hasil pertambangan, emas juga diperoleh dari hasil samping pemurnian tembaga dan nikel.

Emas selama ini banyak dimanfaatkan untuk perhiasan, bahan penyepuh, membuat huruf emas, fotografi, dan perkakas laboratorium ilmiah.

Untuk perhiasan, emas banyak digunakan untuk investasi. Harga emas 'terbang' ke rekor tertinggi, mencapai hingga Rp 30 juta (USD 2.000) per ons pada Agustus 2020.



Simak Video "Bappenas Dorong Pendekatan Kultural Atasi Gap Persepsi di Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA