Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 31 Okt 2020 21:15 WIB

TRAVEL NEWS

Metamorfosis Wuhan dari Pusat Corona menjadi Primadona Wisata

Putu Intan
detikTravel
Virus corona di Wuhan: Dari jalan yang sunyi hingga kolam renang yang padat
Pesta di kolam renang Wuhan. (Foto: BBC World)

Kebangkitan Wuhan Perlambang Kemenangan Pemerintah China

Golden Week ChinaWisatawan mengunjungi Wuhan. Foto: Getty Images

Bangkitnya Wuhan dari keterpurukan ini dapat dilihat sebagai kemenangan bagi pemerintah China. Seorang pengamat China untuk BBC World Service, Vincent Ni mengatakan pemerintah mungkin memang menggunakan Wuhan untuk tujuan propaganda.

Namun ia menyebut hal ini dilakukan sesuai 'fakta' yang menunjukkan bahwa 'situasinya telah membaik'.

"Orang-orang tahu bahwa Wuhan membaik; tidak akan ada yang mengunjungi kota itu jika masih ada virus corona," kata Ni.

"Orang China bersedia melakukan perjalanan ke Wuhan, yang dulunya merupakan episentrum COVID-19 dan ini, dari sudut pandang pemerintah, adalah kemenangan," lanjutnya.

Akan tetapi terlepas dari tanda-tanda pemulihan, Akademi Pariwisata China memperkirakan pendapatan pariwisata akan turun 52% pada tahun 2020, dibandingkan dengan 2019. Jumlah perjalanan domestik diperkirakan turun 43%.

Kebangkitan Wuhan, Nyata atau Sekadar Propaganda?

WUHAN, CHINA - OCTOBER 18: (CHINA OUT) The cast play nurses as they perform on stage during the opera Penonton teater di Wuhan. Foto: Getty Images/Getty Images

Meskipun kondisi Wuhan mulai normal, Ni tetap mempertanyakan apakah kondisi ini dapat bertahan.

"Seiring musim dingin mendekat, ada keraguan tentang apakah kami akan mengalami gelombang kedua (di China)," katanya.

"Saya pikir ketidakpastian ini ada di benak semua orang China. Tapi untuk saat ini orang menikmati pencabutan batasan-batasan dan kembali ke 'kehidupan normal'," katanya.

Kekhawatiran Ni ini agaknya bukan isapan jempol. Meskipun virus Corona belum benar-benar hilang, orang-orang di China sudah mulai menanggalkan protokol kesehatan.

Misalnya bagi Beijing yang terdiri atas lebih dari 20 juta penduduk, penggunaan masker tidak lagi diwajibkan.

"Ini di satu sisi menunjukkan bahwa situasinya telah membaik secara dramatis, tetapi di sisi lain bisa menjadi pedang bermata dua karena virusnya belum hilang," jelasnya.

"Kami belum punya vaksin yang efektif saat ini, dan jika orang-orang lengah, gelombang kedua bisa menjadi bencana besar."

Ni juga menyampaikan, saat ini ia pun kesulitan untuk mendapatkan informasi yang tepat perihal kondisi penyebaran Corona terkini di China. Kembali lagi, peran pemerintah yang mengemas pandemi Corona seolah sudah berhasil dikendalikan, membuat kondisi menjadi rumit.

"Orang-orang berusaha mengembalikan kehidupan sehari-hari menjadi normal, tetapi itu butuh waktu dan kebenaran. Hanya saja sulit untuk mendapatkan penjelasan objektif tentang apa yang sebenarnya terjadi," kata Ni.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA