Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 04 Nov 2020 07:13 WIB

TRAVEL NEWS

Pencurian Tas di Bandara New York Dibongkar, Kerugiannya Rp 88 M

The area for TSA screening of travelers at JFK airports Terminal 1 is relatively empty, Friday, March 13, 2020, in New York. The coronavirus outbreak is hitting the airline industry hard. President Trump banned most Europeans from entering the United States for 30 days to try to slow down the spread of the spread of the virus. The new travel ban is likely to further roil the airline industry as bookings decline and people cancel reservations out of fear they might contract the virus. (AP Photo/Kathy Willens)
Foto: Ilustrasi JFK Airport (AP Photo/Kathy Willens)
New York -

Komplotan pencuri di Bandara New York berhasil dibongkar polisi. Mereka berhasil mencuri aneka barang mewah senilai USD 6 juta (setara Rp 88 miliar).

Bandara John F Kenned (JFK) di New York, Amerika Serikat rupanya tak lepas disatroni komplotan pencuri. Sudah berulang kali tindak pencurian dilakukan di salah satu bandara tersibuk di Negeri Paman Sam itu

Komplotan pencuri ini berhasil menggasak tas-tas mewah dengan merek ternama seperti Gucci, Chanel, hingga Prada. Nilai kerugiannya pun tidak main-main, mencapai USD 6 juta atau setara Rp 88 miliar.

Beruntung aksi mereka berhasil dihentikan oleh pihak kepolisian setempat dan diungkap di depan pengadilan. Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Rabu (4/11/2020), Jaksa District Queens, Melinda Katz, pun mengungkapkan ada dua orang tersangka yang sudah ditangkap atas kasus tersebut.

Mereka adalah dua orang mantan sopir yang pernah bekerja di BandaraJFK atas nama DavidLacarriere dan GaryMcArthur. Melinda pun mengungkapkan modus operandi yang digunakan oleh kelompok pencuri tersebut.

Dua tersangka, David dan Gary, menggunakan pengetahuan mereka tentang prosedur pengiriman barang di bandara JFK. Kemudian, memakainya untuk mencuri tas-tas bermerk mewah berharga super mahal itu.

David dan Gary tahu kapan jadwal pengiriman tas-tas itu, serta di mana barang-barang itu biasa diambil. Setelah itu, mereka datang menjemput barang dengan memalsukan dokumen penerbangan. Lantas, muatan tas-tas mewah itu dimasukkan ke trailer lalu dibawa kabur.

"Tentu saja bandara harus aman dan memberi rasa aman kepada traveler. Tapi bandara harus dipercaya juga oleh perusahaan internasional untuk mengirimkan kargo mereka ke wilayah kami," ujar Melinda, seperti dikutip dari Fox News.

Barang bukti yang ditemukan dari kasus ini antara lain, trailer yang sudah kosong, serta beberapa kantong sampah yang sudah dipenuhi dengan cairan pemutih untuk menghilangkan jejak.

Akhirnya setelah melakukan pengintaian, ditemukanlah barang bukti utama sebanyak 117 buah tas mewah dari sebuah toko yang dijadikan penampungan sementara barang haram tersebut. Kebanyakan dari tas mewah itu dari merk Chanel, dengan nilai lebih dari US$ 300 Ribu (setara Rp 4.4 Miliar). Rencananya 117 tas itu akan dijual ke seseorang bernama Alan Vu di New Jersey.

Dari toko yang merangkap sebagai salon kecantikan itu pula diamankan barang bukti lain, yaitu sebanyak lebih dari 3.000 buah tas dan baju-baju merk Gucci, plus 1.000-an lebih dompet, perhiasan, dan juga kacamata merk Chanel. Barang-barang curian di bandara https://www.detik.com/tag/pencuri-di-bandaraitu ditaksir berharga jutaan dollar.



Simak Video "Miliarder New York Terbukti Bersalah Bunuh Teman Sendiri 20 Tahun Lalu"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA