Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 13 Nov 2020 23:33 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Pesan Mendalam Jokowi dalam Video Candi Borobudur, Apa Itu?

Penutupan Candi Borobudur di Magelang pasca erupsi Merapi.
Candi Borobudur (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Jakarta -

'Borobudur, Hening dalam Keagungan'. Itulah judul dari video terbaru yang diunggah akun resmi Presiden Joko Widodo di Youtube.

Apa yang ingin disampaikan Jokowi? Video soal Candi Borobudur dibuat sebelum pandemi dan berdurasi selama enam menit.

Kurang lebih, ia ingin berbicara soal apa makna Candi Borobudur, siapa yang merawat dan bagaimana kehidupan di sana. Lalu, Jokowi ingin memberi tahu relevansi nilai yang ada di sana.

"Candi Borobudur adalah tempat yang sakral dan suci bagi umat Buddha. Di zaman dulu, tempat-tempat seperti ini dibangun khusus untuk pemujaan," kata Bhikkhu Jayasilo, salah satu narasumber dalam video ini.

Lebih lanjut, biksu ini memberi tahu bahwa Borobudur memiliki empat pintu masuk, utara, barat, timur dan selatan. Artinya, siapapun bakal disambut di sana.

"Tapi ketika datang, datanglah dengan kedamaian. Sang Buddha pernah mengatakan kenapa di dunia ini banyak terjadi perselisihan? Karena, ada yang mengatakan saya paling benar dan Anda semua salah," ujar dia.

"Ketika seperti ini, anggapan ke orang lain adalah musuh. Kalau bisa berpikirlah sebagai sahabat atau teman maka dia akan datang sebagai teman," imbuh dia.

Video berlanjut dengan visual biksu mengitari Candi Borobudur. Lalu datanglah seseorang seniman, Galih Naga Seno, membakar dupa di pelatarannya.

[Gambas:Youtube]

Seniman ini suka berekspresi, menari salah satunya, di candi dan di tempat-tempat yang memiliki energi yang baik. Jadi, tak hanya untuk para umat Buddha, candi ini juga sangat berpengaruh pada pelaku seni.

"Kami bersyukur Candi Borobudur dijadikan destinasi super prioritas. Karena itulah kekayaan, kearifan lokal, belajar masa lalu, dan menjadi identitas kita. Seiring zaman itu yang menunjukkan siapa kita," jelas Galih.

Biksu kembali menuturkan bahwa kegiatan membersihkan Candi Borobudur tak dilakukan para umat Buddha, tapi yang melakukannya adalah orang baik.

"Balai Konservasi Borobudur bertugas merawat dan mengamankan," kata dia.

Candi Borobudur, kata biksu, memiliki dua acara besar. Pertama adalah Waisak dan kedua Asadha.

"Keduanya boleh didatangi masyarakat umum karena itu akan merekatkan. Tapi jangan untuk mengganggu," tegas dia.

Makna-makna yang dapat diambil dari redaksi adalah persatuan juga disimbolkan dari keberadaan Candi Borobudur. Makna-makna lain terkandung di dalamnya.

"Tegak berdiri lebih dari seribu tahun lamanya, Candi Borobudur tak lekang oleh zaman yang berganti-ganti. Mari kita jaga bersama, agar tetap dinikmati generasi berikutnya," jelas Presiden Jokowi dalam kalimat penutupnya.



Simak Video "Dukung 'Gerakan Jateng di Rumah Saja', Candi Borobudur Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA