Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Nov 2020 20:41 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarah Terbentuknya Kepulauan Indonesia dan Teorinya Lengkap

Puti Yasmin
detikTravel
Taruni-taruni AAL tingkat III angkatan ke-67 mengunjungi situs geologi Alif Stone Park di Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (12/11/2020). Kegiatan tur kota yang menjadi bagian latihan praktek (Lattek) Kartika Jala Krida (KJK) 2020 dengan dukungan Satgas Pelayaran Operasi Bima Suci (OBS) 2020 itu dilakukan untuk menambah wawasan mengenai berbagai potensi daerah di Indonesia, khususnya kawasan terluar Nusantara. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.
Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA/Sejarah Terbentuknya Kepulauan Indonesia dan Teorinya Lengkap
Jakarta -

Indonesia ditetapkan menjadi negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau mencapai 17 ribu. Sebenarnya, bagaimana sejarah terbentuknya kepulauan Indonesia?

Pada dasarnya, pola dan objek di permukaan bumi terbentuk oleh tenaga endogen dan eksogen. Endogen sendiri adakah tenaga yang terdiri dari tektonik, vulkanik, dan gempa bumi. Sedangkan tenaga eksogen berasal dari luar bumi, seperti angin, air, organisme, hingga sinar matahari.

Proses terbentuknya kepulauan Indonesia:

Dikutip dari buku 'Sejarah Nasional Indonesia' karya Edi Hermadi, berdasarkan teori terbentuknya kepulauan Indonesia dari para ahli, Nusantara berada di atas tungku api yang bersumber dari magma dalam perut bumi.

Adapun, inti perut bumi berupa lava cair bersuhu sangat tinggi. Makin ke dalam tekanan dan suhunya semakin tinggi. Namun, ketika ada celah lubang, cairan tersebut keluar berbentuk lava cair. Ketika mencapai permukaan bumi, suhu menjadi lebih dingin.

Akhirnya, pada suhu ini cairan lava akan membeku membentuk batuan beku atau kerak. Keberadaan kerak benua (daratan) dan kerak samudra selalu bergerak secara dinamis akibat tekanan magma dari perut bumi.

Selanjutnya, sebagian wilayah kepulauan Indonesia diketahui merupakan titik temu antara tiga lempeng, Lempeng Indo, Australia, dan Eurasia. Lokasi ini sering mendapatkan dampak dari pergerakan lempeng-lempeng tersebut, baik subduksi, obduksi, dan kolisi.

Akibat pergerakan lempeng tersebut terjadi pemisahan atau divergensi (tabrakan) lempeng-lempeng. Pada dasarnya, pergeseran lempeng-lempeng masih terus berlangsung.

Para ahli pun berpendapat bahwa wilayah kepulauan Indonesia secara tektonis merupakan wilayah yang sangat aktif dan labil sehingga rawan gempa sepanjang waktu.

Adapun, sejarah terbentuknya kepulauan Indonesia terjadi di masa Mesozoikum atau 65 juta tahun yang lalu. Saat itu kondisi geografis masih merupakan samudera yang luas. Namun terjadi kegiatan tektonis yang aktif sehingga lempengan-lempengan Indo-Australia , Eurasia dan Pasifik bergerak.

Akibat adanya pergerakan tersebut, benua Eurasia menjadi terpecah-pecah menjadi pulau yang terpisah satu sama lainnya. Sebagian bergerak ke Selatan menjadi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat dan Pulau Banda.

Hal yang sama juga terjadi pada benua Australia di mana bagian Utaranya bergerak membentuk Pulau Timor, Kepulauan Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Maluku Tenggara.

Kalimantan dan Jawa dipisahkan laut dangkal yang terjadi akibat proses kenaikan permukaan laut atau transgresi. Saat itu juga, Pulau Sulawesi sudah mulai terbentuk, sementara Papua sudah mulai bergeser ke Utara.

Faktor terbentuknya kepulauan Indonesia adalah kegiatan tektonis dari dalam bumi. Hingga saat ini, kepulauan Indonesia masih terus bergerak secara dinamis hal ini juga terlihat dari seringnya gempa vulkanis dan tektonis yang sering terjadi.

Selamat belajar!



Simak Video "Daftar 19 Negara yang Diperbolehkan Masuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA