Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Des 2020 19:50 WIB

TRAVEL NEWS

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wisata Kudus Andalkan Tamu Lokal

Dian Utoro Aji
detikTravel
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Tri Suyitno kepada wartawan saat ditemui di salah satu hotel di Kudus, Kamis (3/12/2020)
Foto: (Foto : Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pemerintah resmi memutuskan memangkas libur akhir tahun dan cuti Desember 2020. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PRHI) Kabupaten Kudus pun mengaku berdampak penurunan pendapatan. Padahal libur akhir panjang momen untuk kembali menggeliat di sektor hotel dan restoran.

"Memang paling tidak terdampak, pengaruh besar terhadap libur panjang. Biasanya libur panjang ini banyak tamu-tamu dari luar datang. Tapi seiring waktu lonjakan kasus (penyebaran virus Corona) semakin besar, ini dampak sampai ke pusat. Kebijakan pangkas hari libur kita ikuti saja ya," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Tri Suyitno kepada wartawan saat ditemui di salah satu hotel di Kudus, Kamis (3/12/2020).

Tri mengatakan masa pandemi ini begitu berdampak pada sektor hotel dan restoran di Kudus. Apalagi awal pandemi bulan Maret 2020 banyak hotel yang ditutup sementara. Karena kata dia banyak daerah yang melakukan pembatasan sosial.

"Kita bulan Maret saja 20 persen. Sebenarnya kami sangat berdampak sekali," ucap Tri.

Lebih lanjut, kata dia saat mulai pemberlakuan kebijakan new normal perlahan hotel dan restoran kembali menggeliat. Kata dia perlahan mulai meningkat di tengah pandemi virus Corona.

"Setelah PSBB dibuka kita perlahan kembali normal. Setelah PSBB dibuka pendapatan hotel perlahan mulai meningkat. Kembali tutup lagi (ada perketat pembatasan wilayah) kita agak turun lagi," tutur dia.

"Setelah bulan Oktober kemarin mulai meningkat sekitar 40 persen. Kita mulai gerak ke 50 persen," sambung Tri.

Tri mengungkapkan dengan dipangkasnya hari libur tersebut kini dia mengandalkan tamu lokal. Karena meskipun demikian sejumlah tamu dari wilayah keresidenan Pati banyak yang datang ke Kudus saat musim liburan.

"Menggantungkan turis tidak ada. Kita wisatawan lokal, liburan ini berpengaruh. Wisata lokal andalan kita, wisatawan kita yang dekat aja. Pati, Jepara, Rembang sekitar Kudus," kata Tri.

Menurutnya hingga kini di Kudus hotel dan restoran yang tergabung dengan PHRI ada sebanyak 40 anggota. Terdiri dari 30 hotel dan 10 restoran di Kudus.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini kita masih bisa mendapatkan reservasi sekitar 40 persen. Kalau tahun lalu (sebelum pandemi) kita bisa 60 persen," tandas Tri.



Simak Video "Unik, Perajin Biola di Kudus Bikin Modif Ukiran Pewayangan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA