Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 04 Des 2020 13:09 WIB

TRAVEL NEWS

Maskapai Amerika PHK Ribuan Pilot dan Pramugari

Ilustrasi pesawat Southwest Airlines
Southwest Foto: (Reuters)
Florida -

Efek domino dari pandemi virus Corona masih menghinggapi maskapai. Southwest Airlines, maskapai Amerika, memutuskan untuk mem-PHK ribuan pilot dan pramugari.

Mengutip USA Today, hal itu menjadi milestone yang menyedihkan buat Southwest, mengingat selama ini, para eksekutif perusahaan selalu mengumbar-umbar kalau mereka tidak pernah melakukan PHK.

Maskapai terbesar Amerika dalam hal jumlah penumpang domestiknya, sudah memberikan informasi rencana PHK besar-besaran dalam sejarah perusahaan itu kepada sekitar 7.000 kru maskapai. Di AS, maskapai memang diwajibkan mengirimkan memo kepada karyawan kalau mereka akan melakukan layoff. Sebelumnya, American dan United juga sudah melakukan hal yang sama.

Southwest sudah melakukan negosiasi dengan karyawan mengenai pemotongan upah dan pemotongan biaya operasional lainnya bersama serikat pekerja. Southwest ingin mengurangi biaya sebesar USD 1 miliar karena mengalami kerugian akibat pandemi Corona. Jika pekerja mau mengurangi 10 persen gaji, Southwest akan menghemat biasa sebesar USD 220 juta.

"Tujuan utama kami adalah menjaga setiap pekerja di Southwest Airlines, namun karena tidak ada kemajuan dalam negosiasi, kami harus melanjutkan dengan opsi mengeluarkan pemberitahuan kepada karyawan yang sudah menjadi keluarga kami," ujar Wakil Presiden Southwest, Russel McCrady, yang mengurusi hubungan tenaga kerja.

"Kami bersedia melanjutkan negosiasi dengan cepat untuk mempertahankan pekerja jika kita mencapai bantalan yang memungkinkan Southwest untuk mengatasi penurunan jumlah perjalanan," lanjutnya.

Proposal yang disampaikan Southwest akan berlaku untuk 6.828 pekerja, atau sekitar 10 persen dari total pekerja Southwest yang mencapai 58.000 orang. Jika dirinci jumlah pekerja yang harus dikurangi adalah:

1. 2.551 karyawan bidang airport ramp, operasi dan agen kargo

2. 1.500 pramugari

3. 1.221 pilot

4. 1.176 orang layanan konsumen

Pengurangan tenaga kerja akan berlaku mulai 15 Maret atau 1 April tergantung proses negosiasi. Hal ini bisa batal jika ada bantuan dari pemerintah Amerika Serikat.

Southwest menyebut langkah ini bukan sebagai PHK tapi cuti, karena pekerja bisa kembali bekerja ketika bisnis membaik. Tetapi pada dasarnya, pekerja yang terdampak tidak akan bekerja sampai saat itu terjadi.

Jon Weaks, kepala Asosiasi Pilot Maskapai Southwest, mengecam langkah Southwest ini. Menurut dia perusahaan kurang percaya kepada pekerja selama proses negosiasi.

Dia mengatakan serikat pekerja telah mengusulkan beberapa opsi untuk mencapai tujuan penghematan biaya perusahaan tetapi masing-masing telah ditolak oleh manajemen Southwest,

"Hari ini menandai tonggak sejarah yang menyedihkan dalam sejarah Southwest Airlines, '' katanya.



Simak Video "Covid-19 RI Per 3 Juni: Kasus Baru Tambah 5.353, Kasus Aktif 94.438"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA