Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 04 Des 2020 17:05 WIB

TRAVEL NEWS

Menhub: Bus yang Keren Harus Ada di Seluruh Indonesia

Putu Intan
detikTravel
Gubernur Bali I Wayan Koster dan Dirjen Hubdar Budi Setiyadi meresmikan Trans Metro Dewata (dok. Dirjen Hubdar)
Foto: Trans Metro Dewata (dok. Dirjen Hubdar)
Jakarta -

Bus Buy The Service (BTS) rupanya cukup diganderungi masyarakat. Dengan teknologi dan pelayanan modern, Menteri Perhubungan pun ingin bus itu diperbanyak di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memuji layanan BTS Teman Bus yang selama setahun ini mampu mengantarkan 1,5 juta penumpang. Setelah hadir di Medan, Palembang, Solo, Denpasar, dan Yogyakarta, Budi Karya ingin agar bus itu juga hadir di kota-kota lainnya.

"Saya masuk bus ini bersih, indah, juga keren. Oleh karenanya saya banyak bicara dengan Pak Dirjen Perhubungan Darat, kalau bus yang keren ini harus ada di seluruh Indonesia," katanya melalui webinar, Jumat (4/12/2020).

"Kita memang baru 5 kota saja sudah melampaui satu juta penumpang bahkan mendekati dua juta, bagaimana kalau nanti kita melakukan kegiatan yang lebih intensif. Ini pasti menolong banyak masyarakat supaya naik busnya terjangkau," ia melanjutkan.

Sebagaimana diketahui, saat ini masyarakat dapat menikmati BTS Teman Bus dengan gratis hingga 31 Desember 2020. Dengan pelayanan baik dan harga terjangkau, tak heran bus ini begitu diminati, termasuk artis Luna Maya yang juga menjajal bus itu di Bali.

"Kemarin di Bali, Mbak Luna Maya senang banget. Dan ini pasti menolong (masyarakat)," kata Budi.

Selain bermanfaat bagi penumpang, BTS Teman Bus ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan pengusaha dan sopir angkot yang terkena PHK. Budi menerangkan bahwa pengelolaan bus itu juga melibatkan koperasi.

"Kita nanti selain bisa menolong masyarakat mendapatkan bus yang murah, pengelola dari bus dimungkinkan dari koperasi, atau gabungan dari beberapa orang yang tadinya punya angkot, atau angkutan yang sudah uzur," ujar Budi.

Sopir-sopir angkot ini nantinya dapat dikumpulkan dan diberi bantuan subsidi agar mereka tetap produktif dalam menjalankan usaha barunya.

"Di satu sisi menolong orang yang melakukan kunjungan tapi di sisi lain memberikan kesempatan pengemudi yang memiliki angkot-angkot yang sudah tidak produktif menjadi satu usaha baru dengan mobil yang baru, dengan cara baru dan dikoordinasikan dengan baik," katanya.

Budi Karya juga berharap, ke depannya semakin banyak masyarakat yang tertarik naik bus umum ini. Kementerian Perhubungan rajin melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah agar program BTS Teman Bus ini berjalan dengan maksimal.

"Jadi saya pikir, bus ini kalau kita kerjakan dengan baik, dirancang dengan baik, dilayani dengan baik, masyarakat pasti mau. Dan pada titik tertentu, ini menjadi ekonomis," pungkasnya.



Simak Video "Saat Menhub Pantau Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ182 Lewat Udara "
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA