Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Des 2020 05:43 WIB

TRAVEL NEWS

Perjanjian Renville: Latar Belakang, Isi, dan Hasil

Tim detikcom
detikTravel
Perjanjian Renville
Foto: Wikipedia/Perjanjian Renville: Latar Belakang, Isi, dan Hasil
Jakarta -

Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang terjadi pada 18 Desember 1947 hingga 17 Januari 1948.

Perjanjian itu dilakukan di geladak kapal perang angkut serbu milik Amerika Serikat USS Renville.

Kapal Renville disepakati merupakan tempat netral dan telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.


Latar belakang Perjanjian Renville:

Perjanjian Renville diadakan untuk menyelesaikan perselisihan atas Perjanjian Linggarjati tahun 1946.

Perjanjian ini ditengahi oleh Komisi Tiga Negara, yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

Dalam perundingan itu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin. Sedangkan delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL R Abdul Kadir Wijoyoatmojo.


Isi Perjanjian Renville

Isi Perjanjian Renville yakni batas antara wilayah Indonesia dengan Belanda yang disebut Garis Van Mook.


Menurut buku Sejarah SMP/MTs Kls IX (KTSP) karya Dr Nana Nurliana Soeyono, MA dan Dra Sudarini Suhartono, MA, disebutkan hasil Perjanjian Renville:


Hasil Perjanjian Renville:

1. Gencatan senjata masih terus dilaksanakan
2. Disetujui adanya garis demarkasi yang memisahkan wilayah Republik Indonesia dengan Belanda
3. TNI harus ditarik mundur dari kantong-kantong republik di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, untuk masuk ke wilayah Republik Indonesia di Yogyakarta.

Menurut isi Perjanjian Renville butir ketiga, pasukan TNI yang berada di kantong-kantong republik, diperintahkan untuk mundur ke Yogyakarta. Oleh sebab itu wilayah Republik Indonesia (RI) semakin sempit.

Perjanjian Renville terbukti sangat merugikan pihak Indonesia sehingga banyak tokoh RI yang tidak lagi percaya pada Perdana Menteri RI saat itu Amir Syarifuddin yang telah menyetujui perjanjian tersebut.

Pejuang Republik Indonesia yang tergabung dalam laskar-laskar tidak mau mematuhi hasil Perjanjian Renville tersebut. Laskar-laskar itu terus melakukan perlawanan bersenjata kepada tentara Belanda.



Simak Video "Tips Jadi Guru yang Menginspirasi dari Pakar Pendidikan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA