Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Des 2020 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Botol Plastik di Sungai Bisa 'Traveling' Ribuan Kilometer

Syanti Mustika
detikTravel
Pekerja memilah sampah botol plastik bekas minuman yang akan diolah di kawasan Badung.
Ilustrasi ( Nyoman Hendra Wibowo/AntaraFOTO)
New Delhi -

Perlu nih kita tahu, sampah botol plastik yang dibuang ke sungai bisa hanyut ribuan kilometer. Ada penelitiannya lho!

Masih banyak di antara kita yang masih belum sadar, betapa peduli dengan lingkungan sekitar sangat penting. Mulai dari hal sederhana saja, tidak membuang sampah botol plastik ke sungai.

Dilansir detikcom dari NewScientist, Minggu (6/12/2020) peneliti dari Universitas Exeter Inggris bernama Emily Duncan, bersama rekan-rekannya melakukan penelitian. Mereka menggunakan teknologi GPS dan satelit untuk melacak pergerakan botol plastik saat dibuang ke sungai.

Mereka pun melakukan penelitian di sepanjang Sungai Gangga di India dan Bangladesh. Adapun alasan pemilihan tempat ini adalah karena sungai menyumbang polusi plastik terbesar kedua di laut.

Tim peneliti ini melepas 25 botol plastik dan mengikuti pergerakan botol itu hanyut di perairan. Mereka menemukan fakta, rata-rata botol bergerak dengan kecepatan sekitar 1 kilometer sehari. Beberapa berakhir di Teluk Benggala dan melakukan perjalanan rata-rata 6 kilometer sehari di laut.

Satu botol pun berjalan kira-kira 3.000 kilometer dari Teluk Benggala dan mengelilingi garis pantai timur India dalam 94 hari. Botol tercepat menempuh jarak sekitar 21 kilometer sehari, tetapi Duncan mengatakan botol tersebut memiliki potensi untuk melakukan perjalanan lebih jauh dan lebih cepat tergantung pada arus laut dan kecepatan angin.

Tim menemukan botol-botol itu bergerak secara bertahap di sepanjang Sungai Gangga dengan 40 persen terdampar di tepi sungai. Limbah itu kemudian bisa saja dibuang ke laut selama musim hujan.

"Ini memberi tahu kami seberapa besar upaya yang harus kami lakukan untuk pengelolaan limbah pedalaman. Nilai paling tinggi yang botol-botol ini sampaikan kepada kita tentang di mana dan kapan membersihkan sampah dari sungai-sungai dunia," kata Marcus Eriksen dari 5 Gyres Institute, sebuah organisasi nirlaba di Santa Monica, California.

Richard Thompson dari University of Plymouth, Inggris juga punya data yang menunjukkan bahwa sungai adalah jalur penting pencemaran plastik di lautan.

"Sungai adalah sabuk konveyor material satu arah. Mereka menghubungkan laut dengan orang-orang yang bisa tinggal ribuan mil di pedalaman. Dan tindakan mereka dapat memengaruhi akumulasi plastik di lautan," ungkapnya.

Yuk, lebih peduli dengan sungai.



Simak Video "Setahun Upaya India Tekan Penyebaran Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA